Connect with us

SERANG

BPOM Sita Kosmetik Ilegal Senilai Rp5,4 Miliar

Published

on

BPOM Serang menyita satu kontainer produk kosmetik ilegal dan mengandung kimia berbahaya.

Bantenraya.com, Serang – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang menyita satu kontainer produk kosmetik ilegal dan mengandung kimia berbahaya dengan nilai ekonomis sekitar Rp5,4 miliar.

Kepala BPOM Pusat Penny K. Lukito di Serang, Banten, Selasa (27/3/2018) mengatakan jajaran BPOM Serang berhasil mengamankan satu kontainer yang membawa produk ilegal dalam bentuk kosmetik merek tertentu dengan kemasan profesional. Produk kosmetik yang diduga produk impor dari Filipina tersebut dinyatakan belum terjamin keamanan mutu dan manfaatnya.

“Produk ini mengandung kimia berbahaya yang dilarang ada dalam kosmetik. Ini nilainya sekitar Rp5,4 miliar,” kata Penny saat konferensi pers atas temuan tersebut.

Ia mengatakan, ada dua kerugian dari barang ilegal tersebut, yakni bahaya bagi konsumen karena mengandung kimia berbahaya serta aspek kerugian secara ekonomi, karena barang tersebut beredar ilegal dan tanpa pajak.

“Jumlahnya ada 1.055 karton dalam mobil kontainer ini,” kata Penny.

Pihaknya akan menelusuri lebih jauh produksi barang tersebut hingga peredarannya di daerah mana saja. Namun demikian, hasil penyelidikan sementara produk tersebut berasal atau diproduksi di Filipina.

“Kami telusuri lebih jauh karena khawatir produksinya ada di sini, sebab tidak memenuhi syarat yang baik, ilegal dan berbahaya,” katanya.

Deputi Bidang Penindakan BPOM Pusat Hendri Siswadi mengatakan operasi terhadap barang ilegal tersebut dilakukan pada 25 Maret sekitar pukul 24 malam di salah satu SPBU di sekitar Pelabuhan Merak. Kemudian setelah ditemukan barang tersebut dalam kontainer, dibawa ke balai karantina.

“Diduga berasal dari Sumatera, melui Pelabuhan Bakauheni menuju Merak. Tujuannya barang itu akan dibawa ke Jakarta,” kata Hendri didampingi Kepala BPOM Serang Alex Sanders, S. Farm.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso mengapresiasi atas temuan BPOM tersebut dan berharap temuan ini tidak terjadi lagi di Banten.

“Mudah-mudahan ini yang terakhir dan tidak terjadi lagi di Banten. Kami dari Disperindag menjaga hak konsumen, ini dipastikan harganya murah karena produk ilegal. Mudah-mudahan masyarakat semakin paham terhadap produk-produk ilegal ini,” kata Babar. (mul)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SERANG

Kemenperin Dorong Kewirausahaan IKM Berbasis Ponpes di Banten

Published

on

Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Businesstoday.id, Serang – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan kewirausahaan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis pondok pesantren di Banten, sehingga muncul wirausahawan-wirausahawan baru dari kalangan santri.

Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Serang, Selasa (15/10/2019), menjelaskan, menciptakan wirausaha baru dari para santri bisa lebih efektif, karena bisa menghemat waktu untuk pelatihannya, lebih cepat diajarkannya serta bisa melaksanakan bermacam-macam bentuk pelatihanya. Hingga saat ini, pihaknya sudah melaksanakan pelatihan di 41 pesantren yang ada di Indonesia.

“Hari ini kita melakukan penumbuhan wirausaha baru lewat Ponpes, karena Ponpes itu siswanya lebih tekun, rajin, lebih taat dan kejujuran itu nomor satu. Nah itu adalah bekal utama menjadi wirausaha,” kata Gati Wibawaningsih usai mengelar bimbingan teknis wirausaha baru Industri Kecil Menengah (IKM) berbasis Pondok Pesantren (Ponpes) di Provinsi Banten, di Serang.

Ia menerangkan, Kemenperin menargetkan sekitar 28 ribu Ponpes yang ada di Indonesia diberikan pelatihan dan bimbingan teknis kewirausahaan industri kecil menengah. Akan tetapi di tahun 2019, hanya baru bisa memfasilitasi sekitar 27 Ponpes.

“Ini pelatihan pembuatan roti, tetapi sebetulnya selain pembuatan roti juga melatih workshop perbengkelan roda dua, kemudian kita latih juga pembuatan sandal, pengolahan ikan, membuat kerupuk, garmen, IT dan lainnya,” tambahnya.

Ia mengatakan, kegiatan yang dilakukan di Banten bekerjasama dengan Pemprov Banten melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten.

Pihaknya mengakui keberadaan IKM akan sangat mempengaruhi terhadap pengurangan pengurangan pengangguran. Sebab meskipun IKM merupakan industri kecil, akan tetapi bidang usahanya bisa lebih luas.

“Karena satu IKM paling maksimum tenaga kerja 20 orang karyawan,” kata dia.

Menurut Gati, industri kecil dan menengah saat ini jumlahnya cukup banyak yakni sekitar 3 Juta lebih untuk industri kecil. Sedangkan industri menengah jumlahnya ada sekitar 30 ribuan lebih.

“Kita lihat pertumbuhannya dari 2017 sampai ke 2018 naik sekitar 30 persen,” ujarnya. (mul)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SERANG

Lima Pimpinan DPRD Banten 2019 – 2024 Resmi di Sumpah Oleh Ketua Pengadilan Tinggi

Published

on

Lima pimpinan DPRD Banten 2019-2024 diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Tinggi Banten, dalam rapat paripurna istimewa di DPRD Banten, di Serang, Senin (30/9/2019).

Bantenraya.id, Serang – Lima pimpinan DPRD Banten definitif periode 2019-2024 secara resmi diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Tinggi Banten, dalam rapat parpurna istimewa DPRD Banten, di Serang, Senin (30/9/2019).

Lima pimpinan DPRD Banten tersebut yakni Andra Soni dari Partai Gerindra duduk sebagai Ketua DPRD Banten, Bahrum HS dari PDI Perjuangan (Wakil Ketua), Fahmi Hakim dari Partai Golkar (Wakil Ketua), Budi Prayogo dari PKS (Wakil Ketua) dan Nawa Said Dimyati dari Partai Demokrat (Wakil Ketua).

Ketua DPRD Banten Andra Somi usai pelantikan tersebut berjanji akan meningkatkan kedisiplinan serta kinerja seluruh anggotanya dalam mengikuti rapat-rapat di paripurna.

“Saya bersama dengan seluruh Dewan berjanji akan meningkatkan disiplin yang baik, pada saat rapat-rapat paripurna,” katanya.

“Meskipun di DPRD Banten ini terdiri dari berbagai fraksi, kekompakan dan kebersamaan harus terus dibina dan ditumbuh kembangkan. Sehingga dalam menjalankan fungsinya menyampaikan aspirasi rakyat dapat dilakukan dengan baik,” kata Andra.

Tak hanya itu Andra juga meminta dukungan dari semua lapisan masyarakat Banten, dalam menjalankan amanat rakyat Banten, untuk mewujudkan semua aspirasi masyarakat dalam pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan.

“Butuh kerjasamanya dengan segala lapisan dan komponen masyarakat. Banten,” katanya.

Menurutnya, tantangan DPRD ke depan tidak ringan sehingga dituntut untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme untuk bisa menyelesaikan berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat.

“Mari kita tingkatkan performa, kedisiplinan, kekompakan, kebersamaan serta kedepankan kepentingan rakyat,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.

Usai pengambilan sumpah pimpinan, kata dia, pihaknya akan langsung melakukan rapat internal untuk pembentukan alat kelengkapan dewan yakni badan musyawarah, komisi-komisi, badan pembentukan peraturan daerah, badan anggaran dan badan kehormatan dewan.

Sementara Gubernur Banten Wahidin Halim dalam sambutannya mengatakan, dengan dilantiknya pimpinan DPRD Banten ini mudah-mudahan bisa membangun sinergi dan kerjasama dalam membangun daerah Provinsi Banten secara bersama sama antara eksekutif dan legislatif.

“Kita sedang proses RAPBD 2020, mudah-mudahan kita bisa penuhi harapan dan aspirasi masyarakat. Dan semoga kita diberikan kemudahan,” kata Wahidin Halim. (myn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SERANG

Optimalkan Kinerja, DPRD Banten Langsung Bentuk AKD Usai Pelantikan Pimpinan

Published

on

Wakil Ketua DPRD Banten Barhum HS.

Bantenraya.id, Serang – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Banten langsung melakukan rapat internal untuk membentuk alat kelengkapan dewan (AKD) usai paripurna istimewa pengambilan sumpah lima pimpinan DPRD Banten, di Serang, Selasa (1/10/2019).

Alat kelengkapan dewan yang langsung dibentuk yakni lima pimpinan komisi, badan anggaran, badan pembentukan peraturan daerah, badan kehormatan dewan dan badan musyawarah DPRD Banten.

“Kami berharap setelah ada pembentukan alat kelangkapan dewan ini, bisa optimal bekerja. Karena, kami bisa melaksanakan kegiatan ini setelah ada pimpinan definitif dan juga pembentukan alat kelengkapan dewan,” kata Wakil Ketua DPRD Banten Barhum HS usai rapat badan anggaran.

Ia juga berharap anggota DPRD Banten periode 2019-2024 selaku mitra kerja Pemerintah Provinsi Banten harus menunjukkan kinerja yang baik, akomodatif dan juga aspiratif, untuk mewujudkan harapan masyarakat Banten.

Pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah kerja konkret usai pelantikan pimpinan dewan yakni langsung berkoordinasi dan berkunjung ke organisasi perangkat daerah Provinsi Banten sesuai dengan bidang dan mitra kerja masing-masing komisi di DPRD Banten.

“Kami pimpinan DPRD khususnya akan segera beraudiensi dengan pihak forum kordinasi pimpinan daerah di Provinsi Banten,” kata dia.

Hasil rapat DPRD Banten dalam pembentukan AKD tersebut yakni Komisi I yang membidangi pemerintahan diketuai oleh Asep Hidayat (Demokrat), wakil ketua A Cut Muthia (PKS) dan Sekretaris, Ida Ating (PPP). Komisi II membidangi ekonomi diketuai oleh Muhsinin (Golkar), wakil ketua Yoyon Sujana (Demokrat) dan Sekretaris Nawawi Nurhadi (PKB).

Komisi III membidangi keuangan diketuai oleh Gembong R Sumedi (PKS), wakil ketua Ade Hidayat (Gerindra) dan Sekretaris Beni Sudrajat (Nasdem). Komisi IV membidangi infrastruktur diketuai oleh Eri Suheri (PDIP), wakil ketua Tb Luay Sofhani (PAN) dan Sekretaris M Nur Kholis (PKB).

Komisi V membidangi kesejahteraan masyarakat diketuai oleh M. Nizar (Gerindra), wakil ketua Yeremia Mendrofa (PDIP) dan Sekretaris Fitron Nur Ikhsan (Golkar).

Untuk Bapemperda diketuai oleh Madsuri (PDIP) dan Wakil Ketua Asnis Syaifuddin (PKS). Sedangkan BK diketuai oleh Sopwan (Gerindra) dan wakil ketua Desi Yusandi (Golkar). (myn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending