Connect with us

LEBAK

Gapoktan Lebak Pasok Beras Lokal ke Banten-Jakarta

Published

on

Memasok beras lokal ke sejumlah pasar tradisional.

Bantenraya.id, Lebak – Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Kabupaten Lebak memasok beras lokal ke sejumlah pasar tradisional di Provinsi Banten dan DKI Jakarta.

“Kami sudah dua bulan terakhir memasok beras lokal hingga 60 ton,” kata Ketua Gapoktan Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Ruhyana di Lebak, Senin (2/4/2018).

Pasokan beras melimpah sehubungan tibanya musim panen raya sejak Februari sampai Maret 2018.

Panen padi diperkirakan berlanjut hingga Juli mendatang karena petani saat ini melaksanakan percepatan gerakan tanam.

Selain itu juga curah hujan di daerah itu cenderung meningkat.

Pasokan beras lokal itu dijual ke pasar tradisional Rangkasbitung, Maja, Tangerang dan DKI Jakarta.

Produksi beras yang dipasok ke luar daerah itu hasil pengembangan budi daya petani di wilayahnya.

Bahkan, panen tahun ini produksi dan produktivitas padi sangat bagus hingga mencapai 7-8 ton gabah basah per hektare.

Disamping itu juga petani melaksanakan indeks pertanaman (IP) sebanyak tiga kali musim tanam karena didukung ketersediaan pasokan air.

Petani di sini sangat terbantu curah hujan tinggi, selain juga mengoptimalkan pompanisasi untuk menyedot sumber air dari Sungai Ciujung.

Oleh karena itu, petani bisa melaksanakan percepatan tanam sebanyak tiga kali musim tanam per tahun sehingga bisa memenuhi kebutuhan beras juga peningkatan pendapatan petani.

“Kami optimistis pendapatan ekonomi petani juga meningkat,terlebih harga beras di pasaran cukup bagus dengan harga Rp8.100/Kg,” katanya menjelaskan.

Ketua Gapoktan Desa Citeras Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Arsyad mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan bandar beras di Pasar Induk Tanah Tinggi dan Pasar Induk Cipinang.

Bahkan, dirinya sejak dua bulan terakhir memasok beras sekitar 230 ton.

Pasokan beras tersebut hingga kini masih berlangsung menyusul melimpahnya beras lokal jenis premium dan medium.

Kerja sama ini tentu menguntungkan petani, karena mereka menjual komoditas pertanian tidak kepada tengkulak.

“Kami merasa terbantu melalui kerja sama itu, karena bisa meningkatkan pendapatan ekonomi petani,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan(Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna, mengatakan saat ini produksi beras yang dikembangkan para gapoktan mampu memasok beras lokal ke luar daerah.

Mereka para gapoktan memasok beras ke wilayah Tangerang, Jakarta, Bogor hingga Lampung.

Namun, pihaknya terus mengoptimalkan para gapoktan menjual beras dibandingkan menjual gabah.

Sebab, jika petani menjual beras tentu sangat menguntung.

“Kami mengimbau semua gapoktan maupun kelompok tani agar menjual beras dibandingkan gabah,apalagi pemerintah daerah mencanangkan beras Ciberang,” ujarnya menjelaskan.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya secara rutin menggelar dagangan hasil produk pertanian dengan mendirikan tenda pada kegiatan “car free day” atau hari bebas kendaraan yang berlokasi di Alun-Alun Multatuli Ragkasbitung setiap akhir pekan.

Kegiatan itu, kata dia, mengundang pengunjung untuk membeli kebutuhan beras, sayur-sayuran, ubi, dan cabai.

Saat ini, kata dia, produk komoditas pertanian jenis sayur-sayuran, palawija, dan beras hingga menembus wilayah Jabotabek.

“Kami memberikan apresiasi kepada gapoktan yang mampu memproduksi komoditas pertanian juga menyumbangkan pendapatan ekonomi keluarga,” katanya. (man)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LEBAK

Kabupaten Lebak Kekurangan 591 Ruangan Kelas

Published

on

Kepala Disdikbud Kabupaten Lebak Banten, Wawan Rustandi.

Bantenraya.id, Lebak – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lebak hingga kini kekurangan sebanyak 591 ruangan kelas, sehingga proses kegiatan belajar mengajar menumpang di tempat lain.

“Tapi kita setiap tahun merealisasikan pembangunan gedung SD dan SMP secara bertahap,” kata Kepala Disdikbud Kabupaten Lebak Wawan Rustandi di Lebak, Minggu (3/11/2019).

Selama ini, jumlah rombongan belajar (rombel) jenjang SD dan SMP di Kabupaten Lebak dibutuhkan ruangan kelas sebanyak 5.577 unit.

Namun, kenyataannya ruangan kelas yang ada sebanyak 4.986 unit, sehingga kekuranganya mencapai 591 unit, katanya.

Menurut dia, kekurangan ruangan kelas tersebut, akan berdampak terhadap mutu dan kualitas pendidikan.

Sebab, anak-anak belajar jika di tempat yang tidak layak dipastikan proses pembelajaran tidak maksimal.

Akibatnya, ia mengakui, para siswa yang harus mengikuti kegiatan belajar mengajar terpaksa menumpang di tempat lain, seperti di SDN 2 Pasirkupa Kecamatan Kalanganyar yang menumpang di gedung Madrasah Diniayah Awaliyah (MDA) yang lokasinya berdekatan dengan sekolah setempat.

Namun demikian, ujar dia, pemerintah Kabupaten Lebak cukup memperhatikan pembangunan gedung sarana dan prasarana sekolah dengan membangun sekolah secara bertahap.

Kekurangan kelas tersebut, kata dia, karena kepemilikan lahan sekolah relatif terbatas untuk dibangun banyak kelas.

Selain itu juga anggaran alokasi pembangunan untuk sekolah dari pemerintah relatif terbatas.

“Kami tahun ini mengalokasikan pembangunan gedung SD dan SMP di atas Rp100 miliar lebih melalui APBD dan APBN,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Aweh Kabupaten Lebak Nining mengatakan bahwa sekolahnya mengalami kekurangan dua unit ruangan kelas dengan jumlah siswa 250 anak.

Karena itu, pihaknya berharap jumlah rombongan belajar sebanyak enam ruangan kelas tersebut dapat terpenuhi.

Akibat kekurangan kelas itu, maka sekolah menerapkan proses belajar pagi dan siang hari, meski pembelajaran sore hari dinilai kurang efektif.

Bahkan, kepala sekolah dan guru di sini juga menempati ruangan perpustakaan sekolah sebagai kantor akibat kekurangan sarana gedung tersebut, ujarnya.

“Kami sudah melaporkan kekurangan ruangan kelas itu kepada Disdikbud setempat agar dibangun dua ruangan kelas,” ujarnya. (man)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

LEBAK

Pemkab Lebak Berikan Apresiasi Kepada Wajib Pajak

Published

on

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya.

Bantenraya.id, Lebak – Pemerintah Daerah Lebak melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar acara Apresiasi Pajak Daerah Tahun 2018 sekaligus meluncurkan secara resmi Aplikasi Sistem Informasi Pajak Lainnya (Simpal) bertempat di Hall La Tansa Masyiro, Rabu (30/10/2019).

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam sambutannya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang memiliki kesadaran tinggi dalam mentaati wajib pajak guna mendukung percepatan pembangunan yang tengah dilakukan Pemkab Lebak dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu atas dedikasinya dalam mentaati sebagai wajib pajak yang telah memberikan kontribusi positif dalam pembangunan di Kabupaten Lebak,” kata Bupati Lebak.

Pemberian apresiasi penghargaan yang dilakukan Pemkab Lebak dibagi menjadi empat kategori penghargaan, yaitu Pengelolaan PBB-P2 Tingkat Desa, Pengelolaan PBB-P2 Tingkat Kecamatan,Wajib Pajak Hotel Terbaik dan Wajib Pajak Mineral Bukan Logam Dan Batuan Terbaik.

Menurut Bupati Iti perlunya kemampuan yang memadai dari aparatur dengan dukungan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai serta kerja keras, kesungguhan serta kemauan yang ikhlas, sehingga pengelolaan pajak daerah dapat lebih optimal, dan yang lebih penting harus memiliki target jelas, fokus dan komitmen bersama.

“Bila dilihat dari potensi pajak yang cukup besar dan bahkan pada tahun-tahun yang akan datang, potensi tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan perkembangan dunia usaha, investasi sektor property dan gairah invetasi pada sektor pariwisata,” katanya.

Sementara itu Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lebak Hari Setiono menjelaskan, selain pelayanan yang baik, ada banyak faktor lain untuk memotivasi dan mendorong wajib pajak, sehingga wajib pajak memenuhi kewajiban pajaknya dengan tepat waktu dan tepat jumlah (efektif dan efisien).

Salah satunya menurut Hari melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna, sehingga memudahkan para wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya membayar pajak.

“Kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam optimalisasi pencapaian target pajak daerah, dan sarana untuk memotivasi kepada wajib pajak di masa yang akan datang,” kata Hari

.Hari juga menjelaskan, pada 2018 Bapenda telah menggunakan aplikasi Smart Tax ( Pajak Pintar) dalam pengoptimalan pengelolaan pajak, sedangkan untuk wajib pajak pada 2019, pembayaran pajak sudah bisa melalui Aplikasi E-BPHTB, melalui Tokopedia dan Indomart.

“Mulai hari ini Rabu 30 Oktober 2019 kami secara resmi akan memulai penggunaan Sistem Informasi Manajemen Pajak Lainnya (Simpal), mudah- mudahan aplikasi tersebut dapat memberikan kemudahan, akuntabilitas dan mampu meningkatkan pendapatan pajak daerah,” katanya.

Terakhir Hari berharap kepada masyarakat dan wajib pajak Kabupaten Lebak, agar membayar pajak tepat waktu serta dapat menggunakan aplikasi tersebut, sehingga pendapatan dari pajak lebih terjamin.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi, Unsur Forkopimda Lebak, Bank Indonesia Banten, Bank BJB Lebak, Para Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Lebak. (luk)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

LEBAK

36 Calon Kades di Lebak Deklarasikan Damai

Published

on

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya.

Bantenraya.id, Lebak – Sebanyak 36 calon Kepala Desa dari 10 desa di 7 kecamatan di Kabupaten Lebak melaksanakan deklarasi damai dalam proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam sambutannya di Aula Multatuli Setda Lebak, Selasa mengatakan, Pilkades harus menjadi pesta demokrasi bagi masyarakat yang bermartabat, sehingga menghasilkan pemimpin yang mengayomi dan mensejahterakan masyarakatnya.

“Kami tidak ingin pesta demokrasi ini tercederai oleh kita sendiri akibat perbedaan pemahaman didalam memaknai arti sesungguhnya dari pelaksanaan pilkades, pilkades bukan ajang untuk saling menjatuhkan dan mengalahkan, menebar kebencian dan permusuhan apalagi melakukan cara-cara yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” kata Bupati.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lebak, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Lebak, Sekretaris Daerah, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah.

Bupati juga berpesan agar para calon Kades tampil elegan dengan visi misi yang menyentuh kehidupan masyarakat, dan memanfaatkan tiga hari masa kampanye untuk menyampaikan ide, gagasan serta program-program dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu Kapolres Kabupaten Lebak AKBP Firman Andreanto menyampaikan, dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibnas) selama berlangsungnya Pilkades serentak, Polres Lebak akan menggelar pengamanan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan pre-ventif yang didukung penegakan hukum dalam rangka mengamankan setiap tahapan Pilkades.

“Saya tegaskan kepada seluruh personel TNI/Polri untuk tetap menjaga netralitas dengan tidak berpihak kepada calon tertentu dalam memberikan pelayanan maupun tindakan kepolisian lainnya selama berlangsungnya tahapan-tahapan Pilkades serentak di Kabupaten Lebak,” tegas Firman.

Pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Lebak akan dilaksanakan pada hari selasa tanggal 22 Oktober 2019. Hari ini, dari 19 tahapan Pilkades sampai penetapan calon kepala desa telah masuk pada tahap ke 16 yaitu persiapan kampanye dan masa tenang.

10 Desa dari 7 kecamatan yang mengikuti Pilkades serentak yaitu, Desa Rangkasbitung, Situregen, Sawarna, Sawarna Timur, Kaduhauk, Wantisari, Sukamarga, Margaluyu, Jalupang Girang, dan Desa Cidadap. (man)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending