Connect with us

LEBAK

Stasiun Rangkasbitung Operasikan 42 Perjalanan Kereta Api

Published

on

Stasiun Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten.

Bantenraya.id, Lebak – Stasiun Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten, mengoperasikan 42 perjalanan kereta api pulang pergi guna memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.

Kepala Stasiun KA Rangkasbitung Endarno di Lebak, Kamis (12/4/2018), mengatakan pengoperasian 42 perjalanan KA pulang pergi (PP) itu melayani jurusan Rangkasbitung-Tanahabang 30 perjalanan dan Rangkasbitung-Merak 12 perjalanan.

Perjalanan rute Rangkasbitung-Tanahabang menggunakan kereta rel listrik (KRL) atau Commuter Line sedangkan Rangkasbitung-Merak mengggunakan KA Ekonomi.

Selama ini, angkutan massal KA diminati masyarakat dan rata-rata jumlah penumpang mencapai 8.000-10.000 per hari.

Bahkan, saat hari perayaan keagamaan maupun liburan panjang sekolah bisa mencapai 15.000 per hari.

Masyarakat mencintai angkutan KA itu, selain terjamin keselamatan juga kedatangan dan keberangkatan tepat waktu.

Selain itu tarif angkutan relatif murah karena mendapatkan subsidi dana “Public Service Obligation (PSO)” dari pemerintah pusat.

Tarif Rangkasbitung-Tanahabang sebesar Rp8.000 per orang dan Rangkasbitung-Merak Rp3.000 per orang.

Di samping itu juga kondisi gerbong kereta dilengkapi dengan alat pendingin. Tarif KA itu murah dan terjangkau kalangan masyarakat juga penumpang merasa nyaman.

“Kami terus meningkatkan pelayanan dengan mengutamakan kenyamanan dan keselamatan hingga sampai tujuan,” katanya.

Menurut dia, kebanyakan penumpang dari Stasiun Rangkasbitung bertujuan ke Serpong, Kebayoran, Palmerah, Tanah Abang. Selain itu, Stasiun Serang, Karangantu, Cilegon dan Merak. Bahkan, penumpang rela berdesak-desakan hingga berdiri dalam gerbong KRL.

Perjalanan keberangkatan KA Rangkasbitung mulai pukul 03.30 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

Sebagian besar penumpang angkutan KA itu para pekerja dan mahasiswa.

Kehadiran angkutan massal murah dan nyaman dipastikan dapat menyumbangkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami yakin warga lebih memilih angkutan KA dengan alasan terjamin keselamatan dan tarifnya murah dan kedatangan-keberangkatannya terjadwal,” katanya.

Rohim (40), warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengaku dirinya setiap hari perjalanan pulang pergi ke tempat pekerjaan di Jakarta menggunakan KRL.

Ia senang menggunakan angkutan KA karena tarif sangat murah dibandingkan naik kendaraan umum.

Di samping itu juga terjamin keselamatan serta kedatangan dan keberangkatan tepat waktu.

“Kami berharap PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar menyediakan ruangan toilet pada KRL,” katanya. (man)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LEBAK

Kabupaten Lebak Kekurangan 591 Ruangan Kelas

Published

on

Kepala Disdikbud Kabupaten Lebak Banten, Wawan Rustandi.

Bantenraya.id, Lebak – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lebak hingga kini kekurangan sebanyak 591 ruangan kelas, sehingga proses kegiatan belajar mengajar menumpang di tempat lain.

“Tapi kita setiap tahun merealisasikan pembangunan gedung SD dan SMP secara bertahap,” kata Kepala Disdikbud Kabupaten Lebak Wawan Rustandi di Lebak, Minggu (3/11/2019).

Selama ini, jumlah rombongan belajar (rombel) jenjang SD dan SMP di Kabupaten Lebak dibutuhkan ruangan kelas sebanyak 5.577 unit.

Namun, kenyataannya ruangan kelas yang ada sebanyak 4.986 unit, sehingga kekuranganya mencapai 591 unit, katanya.

Menurut dia, kekurangan ruangan kelas tersebut, akan berdampak terhadap mutu dan kualitas pendidikan.

Sebab, anak-anak belajar jika di tempat yang tidak layak dipastikan proses pembelajaran tidak maksimal.

Akibatnya, ia mengakui, para siswa yang harus mengikuti kegiatan belajar mengajar terpaksa menumpang di tempat lain, seperti di SDN 2 Pasirkupa Kecamatan Kalanganyar yang menumpang di gedung Madrasah Diniayah Awaliyah (MDA) yang lokasinya berdekatan dengan sekolah setempat.

Namun demikian, ujar dia, pemerintah Kabupaten Lebak cukup memperhatikan pembangunan gedung sarana dan prasarana sekolah dengan membangun sekolah secara bertahap.

Kekurangan kelas tersebut, kata dia, karena kepemilikan lahan sekolah relatif terbatas untuk dibangun banyak kelas.

Selain itu juga anggaran alokasi pembangunan untuk sekolah dari pemerintah relatif terbatas.

“Kami tahun ini mengalokasikan pembangunan gedung SD dan SMP di atas Rp100 miliar lebih melalui APBD dan APBN,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Aweh Kabupaten Lebak Nining mengatakan bahwa sekolahnya mengalami kekurangan dua unit ruangan kelas dengan jumlah siswa 250 anak.

Karena itu, pihaknya berharap jumlah rombongan belajar sebanyak enam ruangan kelas tersebut dapat terpenuhi.

Akibat kekurangan kelas itu, maka sekolah menerapkan proses belajar pagi dan siang hari, meski pembelajaran sore hari dinilai kurang efektif.

Bahkan, kepala sekolah dan guru di sini juga menempati ruangan perpustakaan sekolah sebagai kantor akibat kekurangan sarana gedung tersebut, ujarnya.

“Kami sudah melaporkan kekurangan ruangan kelas itu kepada Disdikbud setempat agar dibangun dua ruangan kelas,” ujarnya. (man)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

LEBAK

Pemkab Lebak Berikan Apresiasi Kepada Wajib Pajak

Published

on

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya.

Bantenraya.id, Lebak – Pemerintah Daerah Lebak melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar acara Apresiasi Pajak Daerah Tahun 2018 sekaligus meluncurkan secara resmi Aplikasi Sistem Informasi Pajak Lainnya (Simpal) bertempat di Hall La Tansa Masyiro, Rabu (30/10/2019).

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam sambutannya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang memiliki kesadaran tinggi dalam mentaati wajib pajak guna mendukung percepatan pembangunan yang tengah dilakukan Pemkab Lebak dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu atas dedikasinya dalam mentaati sebagai wajib pajak yang telah memberikan kontribusi positif dalam pembangunan di Kabupaten Lebak,” kata Bupati Lebak.

Pemberian apresiasi penghargaan yang dilakukan Pemkab Lebak dibagi menjadi empat kategori penghargaan, yaitu Pengelolaan PBB-P2 Tingkat Desa, Pengelolaan PBB-P2 Tingkat Kecamatan,Wajib Pajak Hotel Terbaik dan Wajib Pajak Mineral Bukan Logam Dan Batuan Terbaik.

Menurut Bupati Iti perlunya kemampuan yang memadai dari aparatur dengan dukungan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai serta kerja keras, kesungguhan serta kemauan yang ikhlas, sehingga pengelolaan pajak daerah dapat lebih optimal, dan yang lebih penting harus memiliki target jelas, fokus dan komitmen bersama.

“Bila dilihat dari potensi pajak yang cukup besar dan bahkan pada tahun-tahun yang akan datang, potensi tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan perkembangan dunia usaha, investasi sektor property dan gairah invetasi pada sektor pariwisata,” katanya.

Sementara itu Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lebak Hari Setiono menjelaskan, selain pelayanan yang baik, ada banyak faktor lain untuk memotivasi dan mendorong wajib pajak, sehingga wajib pajak memenuhi kewajiban pajaknya dengan tepat waktu dan tepat jumlah (efektif dan efisien).

Salah satunya menurut Hari melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna, sehingga memudahkan para wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya membayar pajak.

“Kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam optimalisasi pencapaian target pajak daerah, dan sarana untuk memotivasi kepada wajib pajak di masa yang akan datang,” kata Hari

.Hari juga menjelaskan, pada 2018 Bapenda telah menggunakan aplikasi Smart Tax ( Pajak Pintar) dalam pengoptimalan pengelolaan pajak, sedangkan untuk wajib pajak pada 2019, pembayaran pajak sudah bisa melalui Aplikasi E-BPHTB, melalui Tokopedia dan Indomart.

“Mulai hari ini Rabu 30 Oktober 2019 kami secara resmi akan memulai penggunaan Sistem Informasi Manajemen Pajak Lainnya (Simpal), mudah- mudahan aplikasi tersebut dapat memberikan kemudahan, akuntabilitas dan mampu meningkatkan pendapatan pajak daerah,” katanya.

Terakhir Hari berharap kepada masyarakat dan wajib pajak Kabupaten Lebak, agar membayar pajak tepat waktu serta dapat menggunakan aplikasi tersebut, sehingga pendapatan dari pajak lebih terjamin.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi, Unsur Forkopimda Lebak, Bank Indonesia Banten, Bank BJB Lebak, Para Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Lebak. (luk)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

LEBAK

36 Calon Kades di Lebak Deklarasikan Damai

Published

on

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya.

Bantenraya.id, Lebak – Sebanyak 36 calon Kepala Desa dari 10 desa di 7 kecamatan di Kabupaten Lebak melaksanakan deklarasi damai dalam proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam sambutannya di Aula Multatuli Setda Lebak, Selasa mengatakan, Pilkades harus menjadi pesta demokrasi bagi masyarakat yang bermartabat, sehingga menghasilkan pemimpin yang mengayomi dan mensejahterakan masyarakatnya.

“Kami tidak ingin pesta demokrasi ini tercederai oleh kita sendiri akibat perbedaan pemahaman didalam memaknai arti sesungguhnya dari pelaksanaan pilkades, pilkades bukan ajang untuk saling menjatuhkan dan mengalahkan, menebar kebencian dan permusuhan apalagi melakukan cara-cara yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” kata Bupati.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lebak, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Lebak, Sekretaris Daerah, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah.

Bupati juga berpesan agar para calon Kades tampil elegan dengan visi misi yang menyentuh kehidupan masyarakat, dan memanfaatkan tiga hari masa kampanye untuk menyampaikan ide, gagasan serta program-program dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu Kapolres Kabupaten Lebak AKBP Firman Andreanto menyampaikan, dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibnas) selama berlangsungnya Pilkades serentak, Polres Lebak akan menggelar pengamanan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan pre-ventif yang didukung penegakan hukum dalam rangka mengamankan setiap tahapan Pilkades.

“Saya tegaskan kepada seluruh personel TNI/Polri untuk tetap menjaga netralitas dengan tidak berpihak kepada calon tertentu dalam memberikan pelayanan maupun tindakan kepolisian lainnya selama berlangsungnya tahapan-tahapan Pilkades serentak di Kabupaten Lebak,” tegas Firman.

Pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Lebak akan dilaksanakan pada hari selasa tanggal 22 Oktober 2019. Hari ini, dari 19 tahapan Pilkades sampai penetapan calon kepala desa telah masuk pada tahap ke 16 yaitu persiapan kampanye dan masa tenang.

10 Desa dari 7 kecamatan yang mengikuti Pilkades serentak yaitu, Desa Rangkasbitung, Situregen, Sawarna, Sawarna Timur, Kaduhauk, Wantisari, Sukamarga, Margaluyu, Jalupang Girang, dan Desa Cidadap. (man)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending