Connect with us

SEKTOR RIIL

Pemkab Lebak Kawal Pembangunan Tol Serang-Panimbang

Published

on

Pembangunan Tol.

Bantenraya.id, Lebak – Pemerintah Kabupaten Lebak akan mengawal pembebasan tanah di jalan tol Serang-Panimbang yang melintasi empat kecamatan agar berjalan lancar.

“Kami tentunya mendukung kehadiran jalan tol Serang-Panimbang karena bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak Teguh Eko Saputro di Lebak, Jumat (13/4/2018).

Pemerintah Kabupaten Lebak sangat mengapresiasi kebijakan Pemerintah Pusat agar wilayahnya segera terlepas dari status daerah tertinggal.

Selama ini, Kabupaten Lebak masih termasuk dalam daerah tertinggal berdasarkan kriteria Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal.

Untuk mempercepat pembebasan tanah Pemkab Lebak akan memberikan kemudahan-kemudahan proses perizinan, termasuk analis dampak lingkungan (amdal).

Saat ini, pihaknya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) melaksanakan sosialisasi di empat kecamatan itu.

Masyarakat mendukung jalan tol Serang-Panimbang sehingga diharapkan berjalan lancar dan kondusif.

“Kami berharap pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang beroperasi tahun 2021 sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi Banten karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat ,” katanya.

Ketua Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lebak Didi Ali Subandi menyebutkan, pembebasan lahan proyek jalan Tol Serang-Panimbang ditargetkan rampung tahun 2018.

Selama ini, pihaknya sudah melaksanakan musyawarah dengan masyarakat secara bertahap guna menargetkan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang.

Jalan tol Serang-Panimbang yang melintasi wilayah Kabupaten Lebak terdapat empat kecamatan antara lain Cibadak, Cikulur, Cileles dan Banjarsari sepanjang 37 kilometer.

Saat ini, masyarakat tidak ada masalah soal pembebasan lahan karena mendukung proyek nasional yang digulirkan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pembangunan daerah.

Bahkan, saat menggelar audensi bersama masyarakat Cikulur sangat antusias agar lahannya segera dibebaskan.

Pembebasan lahan milik masyarakat yang terkena Tol Serang-Panimbang menguntungkan dan tidak merugikan pemilik lahan. Penetapan bentuk ganti kerugian tanah, tanaman dan bangunan dengan sistem nilai penggantian wajar (NPW). “Kami berkomitmen dan kerja keras untuk menuntaskan pembebasan lahan jalan Tol Serang-Panimbang,” katanya, seperti dikutip Antara. (man)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEKTOR RIIL

Banten Impor Kimia Organik 259,18 Juta Dolar

Published

on

Provinsi Banten selama Februari 2018 mengimpor bahan kimia organik.

Bantenraya.id, Serang – Provinsi Banten selama Februari 2018 mengimpor bahan kimia organik mencapai 250,18 juta dolar AS untuk kebutuhan industri kimia yang jumlah unitnya relatif cukup banyak tersebar di Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.

“Industri kimia organik, baik skala besar maupun sedang, di Banten jumlahnya relatif banyak, sementara persediaan bahan baku berupa bahan kimia organik di dalam negeri jumlahnya terbatas sehingga perlu impor dari berbagai negara,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno di Serang, Jumat. Nilai impor nonmigas untuk sepuluh golongan barang pada bulan Februari 2018 naik 0,09 persen atau sebesar 0,58 juta dolar AS dari sebelumnya 634,46 juta dolar AS menjadi 635,03 juta dolar AS.

Ia menyebutkan pada golongan barang lainnya terjadi peningkatan 31,06 persen atau sebesar 12,07 juta dolar AS. Nilai impor nonmigas terbesar selain bahan kimia organik yang mencapai 250,18 juta dolar, disusul bahan bakar mineral serta besi dan baja dengan nilai impor masing-masing sebesar 77,13 juta dolar AS dan 59,50 juta dolar AS. Peran impor nonmigas untuk 10 golongan barang pada bulan Februari 2018 mencapai 93,39 persen dengan peran tertinggi berasal dari bahan kimia organik sebesar 35,40 persen (481,20 juta dolar AS), kemudian diikuti oleh besi dan baja sebesar 15,13 persen atau 205,62 juta dolar AS.

Peran tujuh golongan barang lainnya dari 10 golongan barang pada bulan Februari 2018 masih kurang dari 9 persen, sementara peran golongan barang lainnya di luar 10 golongan barang tercatat sebesar 6,61 persen.

Enam dari 10 golongan barang nonmigas mengalami peningkatan nilai impor, sedangkan pada empat golongan barang yang lainnya terjadi penurunan. Peningkatan nilai impor tertinggi berasal dari golongan barang bahan bakar mineral dan yang terendah terjadi pada benda-benda dari besi dan baja.

Sementara itu, penurunan nilai ekspor tertinggi dan terendah secara berturut-turut terjadi pada besi dan baja dan ampas/sisa industri makanan dengan penurunan masing-masing sebesar 86,63 juta dolar AS dan 5,33 juta dolar AS Jika disandingkan secara bersamaan, sembilan dari 10 golongan barang impor nonmigas pada bulan Februari 2018, kecuali kapal laut dan bangunan terapung, adalah golongan barang yang sama dengan bulan sebelumnya.

Ia menyebutkan enam dari sembilan golongan barang tadi, kecuali mesin-mesin/pesawat mekanik, benda-benda dari besi dan baja, serta bijih, kerak, dan abu logam, merupakan golongan barang yang selalu masuk dalam 10 golongan barang impor utama Banten sejak Februari 2017 dengan peran gabungan selama setahun terakhir, selalu tidak pernah kurang dari 75 persen.

Impor nonmigas dari 12 negara asal barang pada bulan Februari 2018 naik 21,57 persen atau sebesar 107,34 dari data bulan sebelumnya. Sebaliknya, nilai impor nonmigas dari negara lainnya mengalami penurunan 94,69 juta atau 53,92 persen.

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada bulan Februari 2018 adalah Thailand dengan nilai impor sebesar 114,96 juta dolar AS, diikuti oleh Singapura dan Australia, masing-masing dengan impor sebesar 94,45 juta dolar AS dan 83,89 juta dolar AS, sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 275,86 juta dolar AS.

Sepuluh golongan barang impor nonmigas Banten Februari 2018 adalah bahan kimia organik senilai 250,18 juta dolar AS, bahan bakat mineral (77,13 juta dolar AS), besi dan baja (59,50 juta dolar AS), gula dan kembang gula (57,97 juta dolar AS), bijih, kerak dan abu logam (47,87 juta dolar AS), gandum-ganduman (42,80 juta dolar AS), mesin-mesin/pesawat mekanik (36,42 juta dolar AS), ampas/sisa industri makanan (30,93 juta dolar AS), benda-benda dari besi dan baja (16,87 juta dolar AS), serta kapal laut dan bangunan terapung senilai 15,36 juta dolar AS).

Sebanyak 12 negara asal barang impor nonmigas Banten pada bulan Februari 2018 adalah Thailand dengan nilai 114,96 juta dolar AS, Singapura (94,45 juta dolar AS), Malaysia (51,03 juta dolar AS), Australia (83,89 juta dolar AS), dan Jepang (64,19 juta dolar AS).

Selain itu, Tiongkok (58,19 juta dolar AS), Argentina (26,10 juta dolar AS), Arab Saudi (24,91 juta dolar AS), Amerika Serikat (24,37 juta dolar AS), Brasil (24,12 juta dolar AS), Korea Selatan (20,46 juta dolar AS), dan Kanada senilai 18,35 juta dolar AS.


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

LEBAK

Alas Kaki Primadona Ekspor Nonmigas Banten

Published

on

Matadagangan alas kaki seperti sepatu dan sandal masih menjadi primadona ekspor nonmigas Provinsi Banten.

Bantenraya.id, Serang – Matadagangan alas kaki seperti sepatu dan sandal masih menjadi primadona ekspor nonmigas Provinsi Banten dari bulan ke bulan dengan nilai ekspor sebesar 100 juta dolar AS, sementara golongan barang lainnya di bawah 100 juta dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno di Serang, Kamis, mengatakan alas kaki menjadi andalan ekspor nonmigas Banten karena daerah itu memiliki banyak industri alas kaki yang produknya berorientasi ekspor.

Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang pada Februari 2018 mencapai 605,05 juta dolar AS, sementara untuk golongan barang lainnya sebesar 287,57 juta dolar AS. Nilai ekspor nonmigas terbesar pada Februari 2018 berasal dari golongan barang alas kaki yaitu mencapai 194,93 juta dolar AS, disusul oleh plastik dan barang dari plastik serta bahan kimia organik dengan ekspor masing-masing sebesar 76,34 juta dolar AS dan 67,27 juta dolar AS. Tujuh dari sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama pada Februari 2018 mengalami penurunan kecuali timah, kertas/karton, serta berbagai makanan olahan yang meningkat masing-masing 20,62 juta dolar AS, 3,39 juta dolar AS, dan 9,28 juta dolar AS. Penurunan nilai ekspor tertinggi berasal dari golongan barang alas kaki disusul oleh bahan kimia organik dengan penurunan masing-masing sebesar 42,41 juta dolar AS dan 13,68 juta dolar AS. Sedangkan pada lima barang yang lain penurunan nilai ekspor masing-masing kurang dari 9,00 juta dolar AS dengan peningkatan terendah berasal dari golongan barang mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar 0,35 juta dolar AS. Ekspor nonmigas sepuluh golongan barang utama untuk Januari – Februari 2018 memberikan kontribusi 66,43 persen terhadap total ekspor nonmigas. Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang utama tersebut naik 5,23 persen atau sebesar 62,19 juta dolar AS dibanding ekspor nonmigas pada periode yang sama tahun lalu yang telah mencapai 1.189,76 juta dolar AS.

Tujuh dari sepuluh golongan barang ekspor nonmigas Januari – Februari 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama pada 2017. Peningkatan tertinggi berasal dari timah yang naik 57,62 juta dolar AS, dan terendah terjadi pada golongan berbagai makanan olahan sebesar 3,79 juta dolar AS. ila dibandingkan secara bersamaan untuk sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama pada Februari dan Januari 2018, maka akan didapati sembilan golongan barang yang sama, kecuali timah. Tujuh dari sembilan golongan barang tadi, kecuali kertas/karton dan tembaga merupakan golongan barang yang selalu masuk dalam sepuluh golongan barang utama ekspor nonmigas Banten selama satu tahun terakhir, dengan pangsa ekspor nonmigas gabungan tidak pernah kurang dari 54 persen.Soebeno menambahkan nilai ekspor Banten Februari 2018 turun 9,88 persen dibanding bulan sebelumnya dari 992,29 juta dolar AS menjadi 894,23 juta dolar AS.Penurunan ekspor tersebut terutama disebabkan oleh ekspor nonmigas yang mengalami penurunan 10,03 persen dari 992,11 juta dolar AS menjadi 892,62 juta dolar AS. Kebalikan ekspor migas naik 805,96 persen dibanding bulan sebelumnya, dari 0,18 juta dolar AS menjadi 1,61 juta dolar AS.

Sepuluh golongan barang utama ekspor nonmigas Banten pada Februari adalah alas kaki senilai 194,93 juta dolar AS, plastik dan barang dari plastik (76,34 juta dolar AS), bahan kimia organik (47,27 juta dolar AS, berbagai makanan olahan (43,26 juta dolar AS), mesin-mesin/pesawat mekanik (42,61 juta dolar AS), timah (39,12 juta dolar AS), mesin/peralatan listik (37,96 juta dolar AS), tembaga (35,12 juta dolar AS), karet dan barang dari karet (34,74 juta dolar AS), kertas/karbon senilai 33,71 juta dolar AS).

Sebanyak 12 negara tujuan ekspor nonmigas Banten Februari adalah Filipina senilai 54,98 juta dolar AS, Thailand (43,97 juta dolar AS), Myanmar (42,38 juta dolar AS), Jerman (21,65 juta dolar AS), Belgia (20,13 juta dolar AS), Belanda (12,54 juta dolar AS), Amerika Serikat (142,12 juta dolar AS), Tiongkok (116,13 juta dolar AS), Jepang (76,83 juta dolar AS), India (34,49 juta dolar AS), Korea Selatan (28,27 juta dolar AS) dan Australia senilai 20,20 juta dolar AS). (rid)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Distan Akui Petani Enggan Menanam Serangan Hama

Published

on

Para petani di kawasan pesisir terutama di Kecamatan Mauk enggan menanam padi karena belakangan ini ada serangan hama.

Bantenraya.id, Tangerang – Aparat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mengakui para petani di kawasan pesisir terutama di Kecamatan Mauk enggan menanam padi karena belakangan ini ada serangan hama.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Tangerang, Mawardi Nasution di Tangerang, Kamis (12/4/2018), mengatakan sudah meminta klarifikasi dari petugas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Tegal Kunir menyangkut masalah yang dihadapi petani saat ini.

“Petani mogok tanam bukan karena masalah pupuk atau benih, tetap hama wereng dan tikus menyerang saat padi mulai berisi,” katanya.

Hal itu sehubungan aparat instansi terkait menyesalkan petani di Kecamatan Mauk melakukan mogok tanam karena keterbatasan air irigasi.

Padahal pihak berwenang yang menangani irigasi sudah menjamin ketersediaan air menuju petak sawah.

Pihaknya mendapatkan laporan adanya petani mogok tanam dengan alasan masalah air, padahal hanya sebagian saja yang sawahnya kekurangan air.

Sedangkan areal sawah yang lainnya mendapatkan pasokan air yang mencukupi dari sumber irigasi setempat.

Dia mengharapkan supaya petani kembali menanam karena musim tanam kedua tahun 2018/2019 telah dimulai awal April 2018.

Namun alasan lain penyebab petani enggan menanam adalah hasil panen menurun hingga mencapai 50 persen karena pasokan air dalam jumlah terbatas menyebabkan bulir padi tidak bernas.

“Pemerintah telah memberikan pupuk dan benih unggul, ini harus dijalankan petani supaya ketahanan pangan lokal dapat dipertahankan,” katanya.

Mawardi menambahkan penyebab penurunan panen bukan karena persoalan kesuburan tanah, melainkan hama tanaman seperti wereng, tikus dan burung.

Dia mengharapkan untuk menghindari serangan hama, salah satu solusi adalah melakukan penanaman serentak, ini salah satu cara mengantisipasi hama.

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Tangerang untuk membahas masalah irigasi dan ketersediaan air untuk tanaman padi. (adt)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending