Connect with us

TANGERANG

Polresta Tangerang Tangkap Tiga Tersangka Perampok Toko HP di Cikupa

Published

on

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir

Bantenraya.id, Tangerang – Tim Satuan Reskrim Polres Kota Tangerang Polda Banten bersama personel Resmob Polda Banten berhasil menagkap tiga tersangka perampokan toko handphone di Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang yang rekaman CCTV-nya sempat viral di media sosial beberapa hari lalu.

Tak hanya pelaku perampokan, petugas juga berhasil mengamankan satu tersangka yang diduga sebagai penadah barang curian tersebut.

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir melalui Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif di Tangerang, Kamis mengatakan, ketiga tersangka yang berhasil di amankan, yaitu MN (38) warga Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, AF (36) warga Desa Sayambongin, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah dan HD (29), warga Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Turut Juga di amankan se orang tersangka yang diduga penadah AR (36) warga Ciampea, Bogor, Jawa Barat.

Sabilul Alif mengatakan, penyergapan para tersangka dilakukan di tiga lokasi tersebut, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menembak kaki tersangka karena melakukan perlawanan dan tidak mengindahkan tembakan peringatan saat dilakukan pengembangan.

Dari tersangka diamankan 2 senjata mainan, flashdish CCTV, 1 unit motor Honda Beat, 6 HP berbagai merk serta satu tas hitam.

Alif mengatakan, pengungkapan perampokan toko handphone yang sempat viral di media sosial ini merupakan hasil penyelidikan dan kerja keras Tim Reskrim dan Resmob. Tiga hari pasca peristiwa perampokan atau pada hari Kamis (1/8/2019), petugas berhasil mengendus keberadaan tersangka MN sebagai otak pelaku.

“Tersangka MN ditangkap pada Jumat (2/8/2019) malam di daerah Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tapi sebelumnya sembunyi di Bogor,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif didampingi Kasatreskrim AKP Gogo Galesung saat menggelar ekspose kasus tersebut di Mapolres Kota Tangerang.

Dalam pemeriksaan, kata kapolres, tersangka mengakui melakukan perampokan dibantu AF dan HD serta barang hasil perampokan dijual kepada AR. Berbekal dari pengakuan tersebut, tersangka AR diamankan AR di rumahya di Komplek Gria Salak Asri di Ciampea, Bogor.

“Dari tersangka AR diamankan barang bukti 2 unit handphone yang diduga sebagai barang hasil curian,” kata Kapolresta Tangerang.

Tak lama setelah mengamankan AR, tim gabungan yang dipimpin AKP Gogo Galesung berhasil meringkus HD di rumah kontrakan daerah Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Tangerang pada Sabtu (3/8/2019) dini hari. Dari tersangka diperoleh barang bukti berupa 1 unit Honda Beat dan 2 helm yang digunakan saat melakukan kejahatan serta 3 HP yang merupakan barang hasil curian.

“Kedua tersangka ini kami ambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak bagian kaki karena melakukan perlawanan ketika diminta untuk menunjukan lokasi penadah lainnya,” kata Alif.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi menyampaikan, bahwa benar terkait berita yang telah viral beredar sebelumnya di media sosial, sebuah toko handphone yang menjual telepon genggam di Kampung Lamporan, Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, digarong kawanan bersenjata api, Senin (29/7/2019). Dalam aksinya ini, para tersangka berhasil menggondol 48 handphone yang masih tersegel dus yang ditaksir senilai 150 juta rupiah.

“Aksi pencurian dengan kekerasan yang terekam CCTV ini sempat menghebohkan dunia maya. Alhamdulillah Kapolresta Tangerang dan Tim, telah berhasil mengungkap Kasus ini dengan cepat dan baik, sehingga masyarakat bisa semakin tenang dan nyaman dalam beraktifitas.” kata Edy. (ant)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TANGERANG

Hampir 2 Bulan Rumini Lapor Polisi, Penanganan Dugaan Pungli Pendidikan di Nilai Lambat

Published

on

Rumini melaporkan kasus dugaan pungli pendidikan.

Bantenraya.id, Tangerang Selatan – Aparat Kepolisian Resor Tangerang Selatan dinilai lamban menangani kasus dugaan pungli yang dilaporkan guru Rumini di SDN Pondok Pucung 02, Koordinator Divisi Advokasi dan Investigasi TRUTH Jupri Nugroho mengatakan sudah hampir dua bulan sejak Rumini melapor ke Polisi sampai saat ini belum ada hasilnya.

“Jika berkaca pada kasus yang lain Polres Tangsel begitu cepat dan tanggap, tapi tidak dengan kasus atau beberapa kasus pungli pendidikan seperti kasus rumini,” ungkap Jupri, Senin (19/8/2019) saat dikonfirmasi.

Seperti diketahui, Rumini telah melaporkan kasus Pungli di SDN Pondok Pucung 02 pada 4 Juli 2019 lalu.

Menurut Jupri, perlu gerakan masyarakat untuk mendorong Polisi bekerja cepat dalam menuntaskan kasus pungli tersebut.

Jupri berharap Polisi bisa cepat menuntaskan kasus tersebut, “Harapan kami ditangani cepat seperti kasus siswa paskibraka yang meninggal, jadi terlihat benar-benar ditangani, jangan jalan di tempat,” ujar Jupri.

Sementara Polres Tangsel telah memeriksa 8 orang pengurus SDN Pondok Pucung 02 terkait kasus Pungli tersebut, 8 orang itu yakni Kepala Sekolah, Bendahara dan Wali Murid.

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) nama-nama yang diperiksa adalah Suriah, Abdul Aziz, Ida Sukriah, Suryadi, Yusof.

Kasat Reskrim Polres AKP Muharram Wibisono membenarkan adanya pemeriksaan tersebut, “Kurang lebih iya (8 orang telah diperiksa terkait kasus pungli yang dilaporkan Rumini)”, singkatnya. (dmr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TANGERANG

Summarecon Serpong Gelar Pesta KPR Keuntungan “Free Logam Mulia”

Published

on

Pengunjung memadati Pesta KPR 2019 di Atrium Circle, Summarecon Mall Serpong.

Bantenraya.id, Tangerang – Summarecon Serpong Tangerang Banten kembali menggelar pameran properti program Pesta KPR 2019 tanggal (5-11/8/2019) dengan keuntungan berupa Free Logam Mulia bagi yang melakukan transaksi saat pameran berlangsung.

Magdalena Juliati selaku Executive Director Summarecon Serpong di Tangerang Kamis (8/8/2019) menjelaskan, properti menjadi investasi yang akan terus berkembang dan diminati di kemudian hari, namun masyarakat harus bijak dalam memilih properti dengan mempertimbangkan kredibilitas pengembang, konsep, fasilitas yang ditawarkan, kualitas produk hingga lokasi.

Untuk membantu masyarakat dalam memilih properti yang bernilai investasi tinggi, Summarecon Serpong menyuguhkan Pesta KPR 2019 untuk bisa berdiskusi langsung dengan tim ahli dalam menentukan hunian tepat untuk keluarga ataupun investasi yang tepat.

Adapun penawaran yang diberikan dalam Pesta KPR adalah Bunga 5,25 persen KPR Fixed 2 tahun, down payment (DP) mulai 5 persen, Cashback Booking Fee 50 persen hingga Free Logam Mulia bagi yang melakukan transaksi saat pameran berlangsung.

Setiap transaksi akan mendapatkan keuntungan lain berupa doorprize voucher menginap di Movenpick Bali, mesin Kangen Water dan ragam hadiah menarik lainnya.

Acara ini didukung oleh partner bank yang membantu sistem pembayaran yakni Bank BCA, CIMB Niaga, dan CCB Indonesia untuk memudahkan para konsumen dalam melakukan pembelian unit-unit Summarecon Serpong.

“Di sini juga pengunjung dapat melihat secara langsung maket kawasan dan hunian serta mendapatkan penjelasan detail mengenai produk terbaru persembahan Summarecon Serpong tersebut,” ujarnya. (ant)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TANGERANG

REKTOR UPJ: Kehadiran PT Asing Berdapak Positif

Published

on

Rektor Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bintaro Kota Tangerang Selatan, Banten, Leenawaty Limantara

Bantenraya.id, Tangerang – Rektor Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bintaro Kota Tangerang Selatan, Banten, Leenawaty Limantara mengatakan, kehadiran Perguruan tinggi asing di Indonesia lebih memberikan dampak positif bagi pendidikan

Menurut dia, Perguruan Tinggi (PT) asing dapat mendorong kompetisi dan inovasi antarperguruan tinggi di Indonesia,
sehingga memiliki dampak yang baik jika dibandingkan mendatangkan rektor atau dosen asing.

“Misalkan PT asing harus berkolaborasi dengan PT dalam negeri jadi dengan cara itu sebenarnya kita dibangun, terus jenis prodi yang dibuka yang hightech, yang sains dengan fasilitas lab besar yang mungkin kalau di Indonesia bangun kan besar sekali, kan ini menolong sekali, jadi PT asing tak hanya membawa dosennya, tetapi juga teknologinya, membawa infrastrukturnya, dan sarana-prasarana tentunya akan menolong Indonesia,” papar dia di Tangerang Kamis (8/8/2019).

Dia menjelaskan, alasan dukungannya kepada PT asing di Indonesia, pertama telah diatur dalam perjanjian bilateral antar Pemerintah Indonesia dengan berbagai negara beberapa tahun lalu.

“Sudah ada banyak perjanjian, kalau perjanjian itu dilanggar berarti merugikan negara, kalau kemudian itu ditarik akan menjadi masalah integritas bangsa,” ujarnya

Kedua, kata Leenawaty, kehadiran PT asing yang masuk harus memenuhi persyaratan yang diatur oleh pemerintah pusat melalui Kemenristekdikti. Aturan yang dibuat juga untuk menguntungkan PT dalam negeri.

“Pemerintah sangat memproteksi kehadiran PT asing, Pemerintah ingin PT kita bahu-membahu dengan PT asing,” ujarnya.

Oleh karenanya, kata dia, kehadiran PT asing di Indonesia tidak perlu disikapi dengan alergi dan defensif sebab secara alamiah akan membawa kemajuan bagi Indonesia.

“Indonesia agak lemah di bidang MIPA, kan PT asing disuruhnya kesana, bukan di bidang yang kita sudah kuat,” ucapnya.

Namun demikian kehadiran PT asing menimbulkan potensi gulung tikar bagi PT dalam negeri, sebab masyarakat akan memiliki banyak pilihan PT.

“Ada PT asing lebih bagus, konsumen diuntungkan, tapi sebagai pengelola seperti kita ini PT harus kerja keras, kalau tidak gulung tikar, jadi sebenarnya PT asing itu yang menentang PT sendiri mungkin ya, terutama PT yang merasa tidak mampu bersaing,” ujarnya.

Keuntungan lainnya, masyarakat tak perlu pergi ke luar negeri untuk belajar ke negara asal PT yang dituju, Jika PT asing hadir maka akan memudahkan dan lebih hemat dalam biaya pendidikan.

“Masyarakat happy aja, harusnya keluar negeri biaya mahal, tapi PT asing ada di dalam negeri dengan ijazah yang sama, dikeluarkan dari PT di luar negeri,” katanya.

Ditanyakan apakah sudah banyak PT asing yang menggandeng PT dalam negeri, menurutnya saat ini belum banyak di Indonesia.

“Yang sudah ada dari Australia yang serius, namun masih dalam tataran dibahas, istilahnya kontraknya dirapihkan dan lainnya, PT asing yang sudah sukses diterapkan itu adanya di Malaysia, kan ada PT dari UK dari Australia berdiri disana,” kata dia.

Selain Malaysia, di Asia Tenggara PT asing juga sudah masuk ke Vietnam. Kehadirannya pun memberikan dampak bagi pendidikan negara-negara tersebut.

“Kalau dipelajari mereka sudah maju pendidikannya, itu justru karena ada intervensi, jadi kadang kadang kita butuh itu,” tambahnya. (ant)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending