Connect with us

JAKARTA

Kementerian PUPR Tata Kawasan Cagar Budaya Masjid Syekh Nawawi Banten

Published

on

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga.

Bantenraya.id, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan kawasan cagar budaya Masjid Syekh Nawawi Al Bantani yang berada di Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Serang, Banten.

“Penataan kawasan yang juga merupakan cagar budaya ini dilakukan karena jumlah pengunjung yang cukup banyak ke masjid ini,” kata Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Syekh Nawawi Al Bantani merupakan seorang ulama terkemuka Indonesia yang pernah menjadi Imam Besar Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi. Beliau juga banyak menuliskan buku fikih Islam yang terkenal di Nusantara salah satunya dikenal dengan nama Kitab Kuning.

Menurut Danis, kegiatan penataan diharapkan akan meningkatkan kualitas kawasan dan pengembangan potensi wisata religi yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar baik dari aspek spiritual, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat.

Ruang lingkup penataan di lahan seluas 1,5 hektare ini meliputi, perbaikan kawasan halaman terbuka Masjid Agung Tanara, pembangunan panggung terbuka, rehabilitasi pagar keliling di kediaman pendiri Masjid Agung Tanara, penyediaan toilet, bangunan kios, gapura kawasan, peningkatan jalan lingkungan, drainase dan daerah resapan air kawasan.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten (BPPW) Rozali Indra Saputra mengatakan penataan dilakukan dengan konsep pengembalian fungsi dan peruntukan kawasan, penerapan kawasan resapan air hujan, perbaikan fasilitas, perbaikan konektivitas pejalan kaki, dan penataan parkir.

Kemudian mempertahankan pepohonan hijau dan mempertahankan orisinalitas Masjid Agung. Untuk pengembangan ke depan akan dibangun plaza penerima, penggunaan pergola pada ruang terbuka, pengembangan kios pedagang dan toilet sebagai bangunan pelengkap.

Kontrak berbagai pekerjaan tersebut sudah ditandatangani pada pertengahan September 2019 dan ditargetkan selesai akhir Desember 2019 dengan anggaran sebesar Rp5 miliar.

Sebelumnya, rencana induk pengembangan wisata religi mulai diterapkan di Kecamatan Tanara, Serang, Banten, seiring dengan diluncurkannya rencana induk tersebut.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi rencana induk pengembangan wisata religi di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten.

“Wisata religi di Tanara sebagai tempat kelahiran Syekh Kyai Muhammad Nawawi Bin Umar banyak diminati wisatawan,” kata Arief Yahya.

Menpar menyatakan, Provinsi Banten memiliki banyak lokasi wisata religi di antaranya Ponpes An Nawawi Tanara yang diharapkan setelah ditata lebih baik akan lebih mendorong kunjungan wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. (mrr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JAKARTA

Edukasi Kunci Tingkatkan Konsumsi Sayuran di Indonesia

Published

on

Edukasi Kunci Tingkatkan Konsumsi Sayuran di Indonesia.

Bantenraya.id, Jakarta – Direktur Southeast Asian Food & Agricultural Science & Technology SEAFAST Center, LPPM-IPB, Prof Dr Nuri Andarwulan mengatakan edukasi kepada masyarakat adalah kunci peningkatan konsumsi sayuran di Indonesia, yang kondisinya saat ini masih rendah.

“Padahal untuk bertanam sayuran itu bukanlah hal yang sulit bisa dilakukan di lahan sempit sekalipun, dengan demikian persoalan pasokan seharusnya bukan lagi menjadi kendala,” kata Nuri saat dihubungi, Kamis (27/9/2018), terkait masih rendahnya konsumsi sayuran di Indonesia.

Data menunjukkan konsumsi sayuran dan buah-buahan di Indonesia baru mencapai 180 gram per kapita per hari, masih jauh dari standar organisasi kesehatan dunia (WHO) sebesar 400 gram per kapita per hari.

Nuri mengatakan distribusi masih menjadi kendala dan penyebab konsumsi sayuran di Indonesia masih rendah. Hal itu membuat harga sayuran menjadi mahal bila sudah keluar dari sentra produksi.

“Kalau harganya mahal maka masyarakat akan lebih memprioritaskan kebutuhan karbohidrat terlebih dahulu sebagai sumber energi dalam hal ini beras, padahal sayuran tersebut sangat penting sebagai sumber serat pangan, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan,” ujar Nuri.

Nuri menjelaskan untuk kawasan perkotaan karena harga sewa lahan sudah demikian mahal, maka solusinya adalah bertanam sendiri di lahan terbatas untuk memenuhi kebutuhan sayuran. Untuk mencapai hal itu membutuhkan edukasi agar masyarakat sadar pentingnya mengkonsumsi sayuran.

“Untuk mengedukasi masyarakat bukan tugas dari Kementerian Pertanian saja mengingat mereka saat ini sedang fokus kepada upaya-upaya mendorong swasembada pangan melalui program Pajale (Padi, Kacang, Kedelai), program konsumsi sayuran sebaiknya juga melibatkan Kementerian Kesehatan, seperti halnya program makan ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Nuri.

Nuri mengatakan soal edukasi ini tidak perlu jauh-jauh pernah ada studi di salah satu desa di Bogor Barat kesadaran ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan tambahan yang akan memberikan manfaat kepada tubuhnya masih rendah, karena mereka menganggap tidak akan mempengaruhi kesehatan bayi yang dikandungnya.

Nuri mengusulkan agar dana desa dapat dimanfaatkan untuk program bertanam sayuran dan buah-buahan untuk menjaga ketersediaan komoditi tersebut di pasar.

Nuri menjelaskan bagi orang dewasa membutuhkan 2.200 kalori sebanyak 50-55 persen berasal karbohidrat, 30-35 persen lemak, sedangkan sisanya dari protein. Sedangkan sayuran dan buah-buahan di luar itu merupakan vitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan serat pangan yang bermanfaat bagi kesehatan saluran pencernaan.

Konsumsi sayuran dan buah yang rendah dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dengan munculnya berbagai penyakit degeneratif, obesitas, kardiovaskular, dan diabetes. (gan)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending