Connect with us

TANGERANG

PNBP Balai Teknik Penerbangan Lampaui Target 2019

Published

on

Kepala Balai Teknik Penerbangan Fellyus Noor saat memperlihatkan alat pengukur kekuatan landasan pacu di Tangerang, Rabu (16/10/2019).

Bantenraya.id, Tangerang – Balai Teknik Penerbangan Kementerian Perhubungan meraup Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp3,6 miliar atau sudah melampaui dari target hingga akhir 2019, yakni Rp1,6 miliar.

“Kita punya target sampai akhir tahun Rp1,6 miliar, tapi sampai saat ini sudah Rp3,6 miliar,” kata Ketua Balai Teknik Penerbangan Fellyus Noor saat kunjungan di Balai Teknik Penerbangan di Tangerang, Banten, Rabu (16/10/2019).

Fellyus menyebutkan pada Juli 2019, pihaknya telah membukukan PNPB senilai Rp114,4 juta, Agustus 2019 Rp326 juta dan September 2019 senilai Rp1,4 juta.

Hingga September 2019, Balai Teknik Penerbangan telah melakukan pengujian teknik sipil dan lingkungan bandara, dinantaranya daya dukung perkerasan (landasan pacu) 14 lokasi, kekesatan permukaan perkerasan 14 lokasi, kerataan permukaan perkerasan tujuh lokasi, permukaan perkerasan enam lokasi dan alat “ground penetration radar” (GPR) empat lokasi.

Kemudian pengujian elektronika penerbangan (permintaan lokasi) dua lokasi, pengujian mekanikal dan listrik penerbangan tiga lokasi.

Bandara Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) yang telah dilakukan perbaikan peralatan keamanan penerbangan dari Juli hingga September 2019, yakni Bandara APT Pranoto-Samarinda, Namrole, Depati Parbo-Kerinci, Tunggul Wulung-Cilacap, H Asan-Sampit, Komodo-Labuan Bajo dan Larantuka.

Untuk perbaikan elektronika penerbangan telah dilakukan sebanyak 35 peralatan di 21 lokasi dan perbaikan melanikal dan listrik penerbangan 19 peralatan di tiga lokasi, yakni UPBU H Hasan Aroeboesman, UPBU Miangas, UPBU Sinabang.

Fellyus mengatakan pihaknya juga telah melakukan perjanjian kerja sama dengan sejumlah BUMN dan swasta, di antaranya PT Aerotek Indonesia, BP3 Curug, PT Angkasa Pura I, Perum LPPNPI, PT Starcom, PT Nindya Karya, PT PP, ATKP Surabaya, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, PT Brantas Abipraya, PT Waskita Hutama, PT Amka, PT Inovasi Digital Elektronik dan PT Bumi Indah.

“Kerja sama yang terjadi adalah pelayanan pemanfaatan fasilitas, misalnya Airnav ada barangnya yang rusak, dia kirim barang ke kita untuk diperbaiki, begitupun misalnya Nindya untuk pelapisan landasan harus memenuhi kriteria. Jadi kita diminta bukan mendatangi,” katanya.

Fellyus juga mengharapkan tiga konsep baru di Balai Teknik Penerbangan, yakni agar semua peralatan terutama prasarana yang masuk ke bandara harus melalui pengujian Balai Teknik Penerbangan.

Kedua, peralatan yang sudah lulus uji tersebut saat akan dipasang dipastikan kembali kelaikannya.

Ketiga, peralatan yang sudah dipasang dan dipakai harus dites kembali apakah kondisinya masih normal atau sudah semestinya digantiz

“Contoh ponsel ini kan pasti melalui uji Kominfo, untuk truk juga melalui uji SRUT, peralatan penerbangan ini belum ada,” ujarnya. (jtr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TANGERANG

Mendag Targetkan Perjanjian Dagang Pasar Nontradisional Rampung 2020

Published

on

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita.

Bantenraya.id, Tangerang – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menargetkan sebanyak 12 perjanjian dagang termasuk delapan di antaranya dengan pasar nontradisional akan rampung tahun 2020 sebagai salah satu strategi mendongkrak ekspor.

“Negara-negara nontradisional itu di antaranya Eurasia, Bangladesh dan negara di Afrika,” katanya dalam Trade Expo Indonesia di ICE BSD Tangerang, Banten, Rabu (16/10/2019).

Mendag menyebutkan delapan negara dan kawasan tujuan ekspor di luar pasar utama Indonesia itu yakni Maroko, Bangladesh, Tunisia, Turki, Djibouti, Pakistan, Iran dan negara di kawasan Eurasia.

Eurasia terdiri dari lima negara, yakni Armenia, Belarusia, Kirghizstan dan Rusia, yang memiliki potensi pasar besar bagi Indonesia.

Selain delapan pasar non-tradisional itu, juga ada perjanjian dagang dengan Uni Eropa dan ASEAN ekonomi raksasa Asia seperti China, India, Jepang dan Korea Selatan (RCEP).

Mendag menambahkan ada juga dua peninjauan ulang perjanjian dagang sebelumnya yakni perdagangan bebas ASEAN-Australia dan Selandia Baru (AANZFTA) serta perdagangan bebas ASEAN (AFTA).

Menurut Mendag, diversifikasi pasar ekspor mengarah non tradisional penting dilakukan mencermati situasi ekonomi dunia saat yang semakin tidak menentu, yang melibatkan negara tujuan ekspor utama Indonesia.

China dan Amerika Serikat merupakan dua negara tujuan ekspor RI, saat ini terlibat perang dagang.

Belum usai dengan China, baru-baru ini, lanjut dia, Amerika Serikat juga mengenakan kenaikan tarif bea masuk sebesar 10 persen untuk produsen pesawat Airbus, dan 25 persen untuk kopi, minuman anggur, keju dan daging babi dari Uni Eropa berlaku efektif 18 Oktober 2019.

Pada kuartal kedua tahun ini, lanjut dia, pertumbuhan industri China hanya tumbuh 4,8 persen, paling rendah sejak 17 tahun terakhir.

Begitu juga dengan Jerman, negara manufaktur yang disebut paling stabil juga mencatatkan kontraksi pertumbuhan ekonomi minus 0,1 persen.

Di Asia, Mendag menuturkan tensi perdagangan antara Jepang dan Korea Selatan juga meningkat.

Hal itu ditandai langkah negeri kaisar yang membatasi ekspor bahan utama chip dan telepon seluler serta mengeluarkan negeri ginseng dari daftar putih ekspor.

Menurut Mendag, kondisi itu akan menurunkan jaringan produksi regional dan berdampak kepada krisis produk elektronik dunia.

Di tengah perang dagang dan ekonomi dunia yang suram, kata dia, pemerintah Indonesia dibawah kendali Presiden Joko Widodo menekankan pertumbuhan ekonomi Tanah Air harus berdasarkan pada investasi dan ekspor.

“Kami optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen tahun ini dan tiga tahun mendatang. Target ini di atas proyeksi rata-rata negara berkembang sebesar 4,4 persen,” katanya.

Selain mendorong diversifikasi pasar, Mendag mengatakan pemerintah juga meningkatkan diversifikasi produk ekspor dari produk primer menjadi olahan.

Strategi lainnya, lanjut Mendag, meningkatkan manajemen impor, mengadakan perjanjian dagang dengan negara utama dan negara potensial, promosi dagang hingga mendorong iklim perdagangan yang kondusif. (dks)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TANGERANG

ASN Kota Tangerang Diimbau Gunakan Aplikasi Saba Kota Urus Hibah

Published

on

ali Kota Tangerang Arief R. Wali Kota Tangerang.

Bantenraya.id, Tangerang – Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengimbau aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah kota setempat memanfaatkan aplikasi Saba Kota yang telah dibuat dalam urusan hibah dan bantuan sosial.

“Proses pengajuannya sudah bisa dilakukan lewat aplikasi Saba Kota. Ke depan, proses pertanggungjawabannya juga harus bisa lewat aplikasi. Agar ada transparansi dalam setiap prosesnya,” kata dia di Tangerang, Selasa (17/9/2019).

Ia mengharapkan dengan menggunakan aplikasi Saba Kota dapat meminimalisasi kesalahan, sedangkan dana hibah yang diberikan oleh pemkot dapat dipergunakan dengan tepat sasaran.

“Kan bisa dimonitor oleh masyarakat juga, siapa dapat berapa, jadi jelas semuanya,” kata dia.

Wali Kota Arief juga mengharapkan setiap OPD Pemkot Tangerang dapat selektif dalam pemberian hibah maupun bansos, serta aktif melakukan monitoring kepada penerima dana bantuan.

“Walaupun setiap organisasi bisa mengajukan dana hibah dari pemkot,” kata dia.

Pemerintah Kota Tangerang melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kota Tangerang menggelar kegiatan Penyuluhan Hukum Hibah, Bantuan Sosial, dan Pengadaan Swakelola yang diikuti 75 pejabat eselon III.

Kegiatan penyuluhan hukum itu digelar selama dua hari, 16-17 September 2019, dengan peserta yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari setiap OPD Pemkot Tangerang. (adi)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TANGERANG

Pemkot Maksimalkan “Kampung Kita” Sebagai Penanggulangan Perubahan Iklim

Published

on

acara Knowledge Management Forum (KMF) 2019 yang digagas oleh International Urban Cooperation (IUC).

Bantenraya.id, Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang terus memaksimalkan program Kampung Kita dalam menanggulangi perubahan iklim yang terjadi belakangan ini.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah pada acara Knowledge Management Forum (KMF) 2019 yang digagas oleh International Urban Cooperation (IUC).

“Contohnya, program kampung dan taman tematik yang ada di berbagai wilayah Kota Tangerang,” ujar Arief dalam acara yang juga dihadiri sejumlah perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia serta perwakilan luar negeri.

Wali Kota menambahkan dengan program Kampung Kita yang telah dilaksanakan oleh Pemkot yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga serta meningkatkan kualitas lingkungan mulai dari wilayah tempat tinggal.

“Di dalam Kampung Kita ada kegiatan mulai dari penghijauan, drainase hingga PHBS di setiap kampung. Selain itu juga dilakukan pendampingan dari OPD dalam pelaksanaannya,” kata Wali Kota Arief.

Pelaksanaan program Kampung Kita di Kota Tangerang, kata Arief, telah mendapat apresiasi dari berbagai pihak salah satunya adalah masuknya Kota Tangerang sebagai salah satu finalis dalam ajang Million Cool Roofs Challenge yang diprakarsai oleh Nesta Enterprises Limited yang bermarkas di London, Inggris.

“Proyek ini akan difokuskan pada penelitian, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta penyediaan infrastruktur dalam upaya penurunan suhu mikro di Kota Tangerang,” katanya.

Untuk diketahui, dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan penandatanganan komitmen Global Covenant of Mayors for Climate and Energy Signing Ceremony of GCoM Members yang dilakukan oleh Wali Kota Tangerang bersama dengan lima perwakilan kota di Indonesia.

“Semoga komitmen tidak hanya di atas kertas, namun membuat kota layak huni oleh masyarakat, tak hanya di Kota Tangerang, tapi juga di seluruh Indonesia,” kata Arief. (adi)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending