Connect with us

TOKOH

UPAYA MANAJEMEN KRISIS DAN KECEPATAN UNTUK PEMULIHAN CITRA GARUDA

Published

on

Bos Garuda sudah pasti akan diganti, bukan tidak mungkin pergantian bos diikuti oleh direksi yang lainnya sehingga momentum ini bisa menjadi titik balik bagi Garuda untuk memulihkan reputasinya.

Oleh : Budi Purnomo Karjodihardjo

HINGGA saat ini belum ada klarifikasi dari Dirut/Direktur yang maskapai penerbangan PT (Persero) Garuda Indonesia kepada publik terkait barang mewah ilegal berupa moge Harley dan sepeda brompton yang dibawanya.

Padahal sejumlah tokoh kunci dari pihak pemerintah sudah berkomentar. Mulai dari Dirjen Bea Cukai, Dirjen Hubdar, Menteri Keuangan, dan Menteri BUMN.

Ada apa ini? Pasti karena situasinya sulit, mereka butuh waktu untuk menyusun argumentasi. Apalagi, media menyebutkan, barang mewah itu datang bersama dengan rombongan bos Garuda yang menumpang pesawat baru Garuda, A330-900 Neo, yang terbang dari Perancis.

Korporasi Garuda, dan bosnya sekaligus, masuk dalam perangkap situasi krisis terpadu, yang mestinya ditangani oleh Tim Manajemen Krisis yang sepatutnya dipimpin oleh bosnya langsung.

Tim Manajemen Krisis seharusnya cepat tanggap dan mengambilo keputusan segera (dalam hitungan jam), karena melibatkan beberapa kementerian sekaligus. Jadi tidak boleh salah jalan, lamban atau terlambat

Strategi Komunikasi Krisis

Situasi krisis yang tidak terduga seperti ini memang menyulitkan pihak Garuda dan tim komunikasi yang terlibat dalam manajemen krisis, karena hal ini menyangkut persoalan nasib posisi bos di BUMN tersebut.

Artinya ada 3 pilihan prioritas strategi komunikasi krisis pemulihan citra (image restoration) atau pemulihan reputasi yang harus dilakukan paling prioritas.

Pertama, apakah pemulihan citra koporasi duluan. Kedua, pemulihan citra bos Garuda duluan. Ketiga, pemulihan citra keduanya berjalan paralel, yang jelas-jelas sulit dijalankan.

Rupanya Garuda memilih pemulihan citra bosnya terlebih dahulu. Vice President Garuda, M Ikhsan Rosan menjelaskan semua barang yang dibawa di dalam pesawat telah dilaporkan kepada petugas kepabeanan, termasuk bawaan (bagasi) karyawan onboard Garuda.

Dalam ilmu komunikasi, yaitu image restoration theory, apa yang disampaikan Garuda mengunakan strategi ganda. Pertama, strategi Simple Denial yaitu melakukan penyangkalan terhadap temuan Dirjen Bea Cukai. Kedua, strategi Shifting The Blame, mengunakan korban karyawan onboard, maksudnya tentu untuk melindungi bos.

Namun strategi restorasi citra untuk menjaga kepentingan bos BUMN tidak mempan, dan tidak cukup kuat. Strategi pemulihan restorasi yang diambil Garuda bertentangan dengan temuan, data, wawancara dan fakta yang diperoleh Dirjen Bea Cukai.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahkan mengatakan, anak buah bos Garuda sempat pasang badan mengaku sebagai pemesan onderdil Harley Davidson ilegal. Kedok terbongkar usai kajian menyeluruh dilakukan oleh Kemenkeu.

Kurang Tanggap

Dalam pandangan saya, Tim Manajemen Krisis Garuda kurang tanggap atau malahan tidak bisa membaca sinyal-sinyal komunikasi yang diluncurkan pihak pemerintah.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengingatkan agar direksi Garuda memiliki jiwa layaknya samurai. Seorang pemimpin harus punya posisi yang jelas. Tidak bisa, mengorbankan orang lain.

“Itu juga bagian dari leadership. Kemarin saya sudah saran, sebelum dicopot lebih baik mengundurkan diri, jika sudah merasa salah,” lanjut dia” ujar Erick.

Apa yang dimaksudkan Erick sudah terang benderang dan sangat jelas. Malahan dia memberikan solusi bagi Bos Garuda untuk bisa landing dengan terhormat.

Menurut Teori Pemulihan Citra, apa yang diusulkan Erick adalah strategi Mortification. Strategi ini menjadi alternatif paling akhir yang disebut oleh Prof. William Benoit dalam teori komunkasinya.

Strategi ini dinilai sangat elegan, karena mengakui kesalahan, dan dengan jelas meminta pengampunan atas kesalahan tindakan yang sudah dilakukan, dan menerima konsekuensi atas kesalahannya.

Sayang sekali, langkah ini tidak diambil oleh Bos Garuda. Bisa jadi terlambat mengambil keputusan, dan belum sempat diumumkan kepada publik. Sampai akhirnya Menteri BUMN kemudian mengambil tegas memecat bos BUMN.

Restorasi Citra

Nasi sudah menjadi bubur. Bos Garuda sudah pasti akan diganti, bukan tidak mungkin pergantian bos diikuti oleh direksi yang lainnya sehingga momentum ini bisa menjadi titik balik bagi Garuda untuk memulihkan reputasinya.

Bos baru Garuda nanti akan memimpin Tim Manajemen Krisis yang akan menerapkan segala strategi untuk memulihkan citra, merestorasi reputasinya.

Mestinya dengan menerapkan good corporate governance (tata kelola usaha yang baik) sebagai BUMN secara ketat, dan menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan informasi publik (full disclosure) sebagai perusahaan publik, secara tertib saja dampaknya akan positif.

Belum lagi pengawasan yang dilakukan oleh tiga kementerian, yaitu Kemenkeu, Kemenhub, dan Kemen BUMN, mestinya Garuda dan bosnya sulit untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji.

Saran saya, lakukan kewajiban keterbukaan informasi publik secara teratur melaui event Public Expose. Undang audience dari berbagai pihak, mulai dari wartawan hingga opinion leader.

Tentu harus ada konten yang positif yang akan dishare kepada publik dalam setiap event Public Expose, silahkan saja dipikirkan oleh Tim Manajemen Krisis, Tim Komunikasi, maupun Tim Pemulihan Citra Garuda.

Yang jelas, kecepatan pengambilan keputusan untuk pemulihan citra yang tepat dan efektif sangat menentukan bagi Garuda untuk melewati krisis dengan cepat atau lambat. Kita lihat saja.

Budi Purnomo Karjodihardjo adalah praktisi media dan komunikasi.

(*) Tulisan ini sudah dipublikasikan di media Hello.id

Baca juga tulisan Budi Purnomo Karjodihardjo yang lainnya, terutama seputar manajemen reputasi, manajemen krisis, pencitraan, restorasi reputasi, dan pemulihan citra di official website Budipurnomo.com. Terima kasih.

Budi dan timnya, RESTART – Media Restoration Agency, menyediakan waktu untuk membantu personal/korporasi yang menghadapi masalah komunikasi dengan pendekatan Crisis Management, Image Restoration Theory, dan Online Reputation Management.


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TOKOH

REPUTASI ANDA BURUK? BEGINI CARA MEMPERBAIKINYA

Published

on

Reputasi harus dibangun dalam waktu bertahun-tahun agar mampu menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat, diamati dan dinilai oleh khalayak publik.

Oleh : Budi Purnomo Karjodiharjo

MANUSIA memang merupakan sebuah tempat salah dan lupa, terkadang memang kesalahan tersebut terjadi dengan tanpa disengaja dan tanpa memiliki maksud dan niat untuk menyinggung atau menyakiti hati orang lain.

Namun, hal inilah yang bisa membuat citra diri kita menjadi buruh entah itu kesalahan yang kita buat apapun alasannya.

Misalnya akibat kesalahan kecil yang kita sendiri sebenarnya tidak disengaja, reputasi diri kita yang sudah di bangun bertahun-tahun akan rusak seketika.

Tentu dengan adanya krisis, reputasi yang buruk akan merusak hubungan Anda, dan bisa mengancam dan menghancurkan karir pribadi Anda.

Hal ini tentu akan sangat berdampak serius pada diri dan bahkan bisa mengubah cara pandang Anda terhadap kehidupan.

Mengetahui cara yang benar dan tepat dalam memperbaiki reputasi merupakan sebuah kunci utama jika Anda ingin mengubahnya menjadi lebih baik seperti semula.

Berikut ini merupakan beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki dan memulihkan reputasi diri Anda yang sudah terlanjur rusak.

1. Meminta Saran

Mintalah saran atau pendapat dari orang ke dua ataupun teman terpercaya yang bisa memberikan sudut pandang seimbang, bahwasanya masih belum yakin dengan apa yang terjadi dan siapa yang salah dalam hal ini.

Anda juga bisa melakukan atau meminta penilaian kepada mereka dari yang telah Anda lakukan hingga situasi ini terjadi, dan mintalan penilaian kepada mereka bagaimana cara untuk memperbaiki.

Tentu sudut padang mereka dapat menawarkan prespektif bagi anda mengenai kepribadian Anda sendiri, serta masalah yang Anda hadapi dan juga sara untuk membangun reputasi yang sudah hancur tersebut.

2. Pelajari Situasi

Sebelum Anda melakukan sesuatu, Anda harus tahu apa yang sebenarnya Anda hadapai, perhatikan dengan teliti dan rasakan bagian mana dalam hidup Anda yang terkenal dampak buruk tersebut.

Setelah itu, lihatlah seberapa serius kerusakannya dan peran apa saja yang mungkin sudah dilakukan atau dimainkan. Tentu Anda tidak boleh langsung mengambil kesimpulan tanpa melihat situasi dari prespektif orang lain terlebih dahulu

3. Meminimalkan Kerusakan Awal yang Ada

Jika Anda merasa bahwa reputasi ini membutuhkan perbaikan, maka Anda harus memulainya secepat dan segera mungkin.

Meminimalkan kerusakan awal tentu akan membantu menghilangkan hambatan yang agar bisa kembali ke jalur yang sama.

Mulailah untuk menghancurkan atau menghilangkan elemen yang membuat reputasi Anda buru, lalu pikirkan atau daftar tuliskan tindakan apa saja yang sekiranya akan membantu Anda untuk memperbaiki reputasi tersebut.

4. Minimalkan Kesalahpahaman yang Terjadi

Dalam beberapa kasus yang terjadi biasanya timbul karena kesalahpahaman yang ada. Mulai dari gosip, kebohongan ataupun juga informasi tertentu yang kebenarannya belum bisa diatasikan.

Jika Anda tidak merasa bersalah atas kasus yang dikenakan terhadap Anda, mulailah mengontrol keadaan ini dengan membereskan kesalahpahaman yang terjadi.

Anda bisa secara langsung mendekati orang-orang yang telah menyebarkan gosip tadi, lalu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dan mintalah mereka untuk berhenti melakukan hal ini.

5. Tebarkan sikap positif

Dengan kerja kejujuran, keras, dan komunikasi di awal, sekarang saatnya untuk memulai tahap selanjutnya yaitu dari rencana perbaikan reputasi Anda.

Hancurkan kondisi negatif yang terjadi ini dengan menebarkan sikap positif yang lebih.

Pertimbangkan caranya dengan matang-matang, baik itu besar maupun kecil, Anda bisa menjadi sosok yang menggembirakan di mata orang lain.

Anda bisa melakukannya dengan menunjukkan rasa memberikan pujian yang tulus, terimakasih, menolong sesama, dan melakukan hal-hal baik lainnya secara sukarela.

(*) Budi Purnomo S.IKom, M.IKom adalah praktisi media dan komunikasi.

Budi Purnomo S.IKom, M.IKom, pernah memimpin Media Center sejumlah tokoh nasional, dan berpengalamaan menangani masalah krisis citra, persepsi publik, dan reputasi : baik korporasi swasta, perusahaan publik, maupun BUMN. Tulisan-tulisannya seputar manajemen reputasi dan restorasi citra bisa dilihat di blog Budipurnomo.com

Kini, Budi bersama tim Rep+ (Reputasi Plus) – Media Restoration Agency, dan tim Master SEO Indonesia,  menyediakan waktu untuk membantu personal dan korporasi/instansi yang menghadapi masalah komunikasi dengan pendekatan Crisis Management (CM),  Cyber Public Relations (CPR), Online Reputation Management (ORM), dan Image Restoration Theory (IRT).


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOKOH

STRATEGI MEDIA CENTER UNTUK MEMENANGKAN PERANG UDARA DI PILKADA 2020

Published

on

Dalam setiap Pilkada selalu ada saja calon Pemimpin Daerah yang menghalalkan segala cara untuk meraih dukungan, dengan cara menjatuhkan lawan politiknya demi kemenangannya.

Oleh : Budi Purnomo Karjodihardjo

SEBENTAR lagi tahun 2020, Indonesia memasuki musim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Pilkada serentak 2020 merupakan Pilkada gelombang keempat yang dilakukan untuk kepala daerah hasil pemilihan Desember 2015.

Sebanyak 270 daerah mengadakan Pilkada serentak, dengan rincian, ada : 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Seharusnya diikuti 269 daerah, namun menjadi 270 karena Pilkada Kota Makassar diulang pelaksanaannya.

Banyak yang bertanya, apa kunci sukses untuk memenangkan Pilkada 2020? Dengan tegas saya sampaikan bahwa, kuncinya ada di tim Media Center, terutama Online Reputation Manajemen (ORM) atau manajemen reputasi online. Apa itu? Nanti dijelaskan.

Secara garis besar, ujung tombak tim Kampanye Pasangan Pilkada memiliki tiga pilar struktur utama yaitu : Pertama, Tim Kesekretariatan. Kedua, Tim Sosialisasi & Kampanye (Soskam). Ketiga, Tim Media & Komunikasi (atau Media Center).

Seringkali, Tim Soskam ini disebut Tim Darat, sedangkan Tim Media Center disebut sebagai Tim Udara. Kedua pilar ini adalah ujung tombak yang memiliki target yang sama yaitu memenangkan peperangan Pikada, di darat dan di udara.

Tim Darat biasanya dikuasai oleh partai pengusung yang mengklaim memiliki konstituen yang sudah konfirm dipastikan akan mendukung Pasangan Pilkada.

Namun, jika dukungan partai pengusung dianggap tidak kuat, atau meragukan, maka untuk memperkuat dukungan biasanya juga dibentuk sejumlah grup Tim Relawan untuk membantu memenangkan Tim Darat.

Sedangkan Tim Udara biasanya diisi kaum profesional (bisa juga pihak yang terafiliasi dengan partai) yang memahami dunia Media Center. Tim inilah yang akan melakukan komunikasi, sosialisasi, dan kampanye di semua saluran komunikasi.

Tulisan tidak akan membahas banyak soal Tim Kesekretariatan, dan Tim Soskam (Tim Darat), namun lebih menyoroti Tim Media Center, yang terkait dengan Online Reputation Management (ORP) atau manajemen reputasi online.

Tim Media Center

Perlu dipahami bahwa tugas Media Center yang utama adalah meningkatkan popularitas. Karena dari menabur benih popularitas lah maka kita akan memanen elektabilitas.

Jika elektabilitasnya juara, maka potensi untuk meraih kesuksesan dalam suatu pilkada juga akan sangat besar.

Media Center pada umumnya memiliki tiga sayap divisi utama di dalamnya, yaitu :

Pertama, Media Relations. Tim ini bertugas untuk mendapatkan dukungan dari media dan jurnalis. Langkah yang dilakukan adalah menyiapkan bahan-bahan publikasi, dan memberikan kemudahan kepada media untuk mendapatkan narasumber.

Kedua, Tim Media Sosial. Peranan tim Media Sosial juga sama pentingnya denga tim Media Relations. Kedua tim ini bisa sali melengkapi. Tujuan utama tim Media Sosial adalah agar kandidat mendapatkan raihan dukungan dari netizen

Ketiga, Tim Marketing Communications. Diperlukan strategi periklanan yang tepat untuk media buying dan media placement untuk penempatan iklan dan promosi kandidat. Tim Marcomm inilah yang bergerak.

Political branding yang tepat, dengan disain iklan yang pas sangat mempengaruhi persepsi publik terhadap sang kadidat. Karena itu pengukuran efektifitas penempatan media promosinya harus diperhitungkan secara matang.

Apakah Tim Media Center dengan tiga tim ini sudah cukup? Bagi saya belum cukup. Tiga tim di atas baru sebatas Front Office Media Center yang tampil di depan. Masih perlu ada Back Office Media Center yang berperang secara diam-diam di udara, seperti siluman.

Tim Online Reputation Management

Tidak bisa dihindari, meskipun ada larangan dan di bawah ancaman hukum, namun peredaran berita fitnah, kampanye hitam dan hoaks tetap saja tumbuh dengan subur, dan menyebar dengan luas secara cepat.

Apalagi, hanya berita negatif atau kampanye negatif, pasti dengan mudah akan membanjiri media online dan media sosial di musim kampanye Pilkada 2020 nanti.

Dalam setiap Pilkada selalu ada saja calon Pemimpin Daerah yang menghalalkan segala cara untuk meraih dukungan, dengan cara menjatuhkan lawan politiknya demi kemenangannya.

Nah, siapa yang bisa menenggelamkan berita dan kampanye negatif atau bahkan kampanye hitam dan hoaks yang menyerang dunia online pasangan Pilkada kita? Tim Media Relations? Bukan.

Tim Media Relations bertugas menjalin hubungan baik dengan kalangan jurnalis untuk memudahkan publikasi yang diproduksi, termasuk menbuat klarifikasi jika ada berita negatif yang tidak benar. Lebih untuk menjaga keseimbangan berita saja, news of balance.

Namun untuk tugas menenggelamkan berita-berita sampah di dunia online, seperti rumor, gosip, berita negatif dan fitnah adalah tugas Tim Online Reputation Management (ORP) atau manajemen reputasi online, saya sering menyebutnya sebagai Tim Sapu Langit.

Dalam konteks Pilkada, ORM adalah sebuah strategi untuk mengontrol segala interaksi, aktivitas, dan feedback terhadap pasangan Pilkada, khususnya yang terjadi di dunia online.

Bagi pasangan Pilkada, munculnya informasi, komentar, atau sentimen negatif, khususnya di digital (mesin pencari Google) tentu dapat menjadi ancaman. Karena hal negatif dapat berpengaruh negatif terhadap reputasi pasangan Pilkada.

Di sinilah peran ORM dibutuhkan. Tujuannya agar online reputation pasangan Pilkada tersebut ‘baik’ di mata calon pemilih maupun konstituen. Nama yang baik pasangan Pilkada di dunia online akan memberikan kesan dan persepsi yang baik juga.

Cara Kerjanya Bagaimana?

Sebenarnya ini teknis sekali, jika punya tim yang mumpuni segera diaktivasi dan ditandemkan dengan Tim Media Center agar bisa langsung bersinergi secara optimal. Jika belum ada tim, lebih baik serahkan pada ahlinya.

Bayangkan ketika calon pemilih mengecek dengan googling nama-nama pasangan Pilkada kita, namun yang muncul adalah berita-berita sampah yang menyerang? Sangat menyakitkan karena persepsi calon pemilih pun bisa berubah.

Tim ORP harus memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk adalah membersihkan Google halaman 1 dari polusi berita negatif pasanan Pilkada. Selain menenggelamkan berita negatif, tim ini harus bisa menggeser berita positif ke Halaman 1 Google.

Berita negatif sangat penting untuk dihilangkan dari halaman 1 google, karena kecenderungan pengguna Google hanya membuka halaman 1 Google, dan mengklik satu dari 5 saran teratas di halaman hasil (SERP, search engine result page).

Tim ORM juga akan mengoptimasi Press Release positif hasil klarifikasi dan data/fakta yang sudah diterbitkan di berbagai media online mainstream, maupun media sosial seluas-luasnya.

Selanjutnya tim ORP akan melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mencari solusi soal ini. Halaman pencarian Google tidaklah permanen. Berita yang miring dapat disingkirkan, dan digantikan dengan berita positif yang melegakan.

Secara garis besar, untuk mencapai goal tersebut tim akan membangun dan menulis berita positif (re-frame) dengan melakukan posting pada blog network di berbagai kanal. Tim juga akan mengunggah foto maupun video pada kanal yang tepat.

Selain itu, dengan terbitnya berita-berita klarifikasi, dan berita sejuk yang kondusif di media mainstrem nasional tentu semakin medukung dan melengkapi suplay bahan berita yang positif semakin mudah untuk menenggelamkan berita negatif.

Dengan modal inilah, tim inti ORP, yatu tim Search Engine Optimation (SEO) bisa bekerja secara optimal. Tim SEO inilah yang bertanggumgjawab untuk mengoptimasi seluruh konten, dan menatanya agar yang positif tampil di halaman 1 Google dan menggeser berita negatif secara kreatif (de-indexing) ke halaman belakang google.

Begitulah, jika langit online menjadi bersih dan cerah kembali, serta tidak ada lagi berita yang tidak diharapkan muncul di halaman satu Google, maka sesungguhnya pasangan Pilkada Anda sudah menang di udara.

Berarti tinggal selangkah lagi Anda memenangkan perang di darat. Setidaknya Tim Udara sudah memberikan kontribusi maksimal suatu infrastruktur dan jalan yang bagus untuk Tim Darat menyerang dan menangkis.

Saatnya kombinasi antara Tim Partai dan Tim Relawan membuktikan kehebatannya — yang diterjemahkan dengan banyaknya jumlahnya suara yang memenangkan pasangan Pilkada kita. Selamat berpesta domokrasi.(*)

(*) Budi Purnomo S.IKom, M.IKom adalah praktisi media dan komunikasi.

Budi Purnomo S.IKom, M.IKom, pernah memimpin Media Center sejumlah tokoh nasional, dan berpengalamaan menangani masalah krisis citra, persepsi publik, dan reputasi : baik korporasi swasta, perusahaan publik, maupun BUMN. Tulisan-tulisannya seputar manajemen reputasi dan restorasi citra bisa dilihat di blog Budipurnomo.com

Kini, Budi bersama tim Rep+ (Reputasi Plus) – Media Restoration Agency, dan tim Master SEO Indonesia,  menyediakan waktu untuk membantu personal dan korporasi/instansi yang menghadapi masalah komunikasi dengan pendekatan Crisis Management (CM),  Cyber Public Relations (CPR), Online Reputation Management (ORM), dan Image Restoration Theory (IRT).


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOKOH

STRATEGI MEMBERSIHKAN “POLUSI” DI MEDIA ONLINE DAN MEDSOS

Published

on

Harga saham perusahaan publik yang rontok di bursa efek bisa menimbulkan kerugian yang sangat signifikan bagi para pemegang saham, termasuk ribuan investor kecil.

Oleh : Budi Purnomo Karjodihardjo

SEIRING dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, media online, atau digital (internet) dan media sosial (medsos) telah menjadi kendaraan yang paling ngebut dalam hal distribusikan berita dan informasi.

Sayangnya, bukan hanya kabar baik dan berita positif yang menyebar di media online dan medsos. Namun, kabar buruk, berita negatif, berita hitam, dan hoaks pun meluncur dengan cepat mencemari dunia online ini.

Di pasar modal pun demikian. Rumor positif dan rumor negatif juga membuat polusi udara di pasar modal dan tentunya sangat mengganggu mekanisme pasar, mengingat rumor termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi harga saham. Pepatah kuno yang populer di bursa saham, yaitu “buy on rumors, sell on news” memiliki andil sangat besar dalam menyuburkan eksistensi rumor ini.

Rumor adalah sepotong informasi yang belum diverifikasi sumbernya, sehingga belum tentu kebenarannya. Rumor menyebar dari mulut ke mulut, bukan dari sumber resmi tetapi sumbernya tidak jelas. Dengan demikian rumor sebenarnya sudah memiliki konotasi yang negatif. Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan jika perusahaan publik (emiten) diserang rumor negatif di media online dan media sosial?

Memasuki Tahapan Krisis
Jika rumor negatif menyerang perusahaan publik, semua jajaran manajemen harus hati-hati. Tim corporate secretary dan tim public relations harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan. Bukan tidak mungkin, kondisi perusahaan publik sedang memasuki suatu tahapan krisis akibat serangan rumor negatif, yang memerlukan penanganan komunikasi yang sangat serius.

Pasar saham ini sangat rawan akan info-info manipulatif, berita negatif, ataupun rumor negatif. Bahkan cuma isu saja – yang entah darimana sumbernya, bisa memengaruhi kenaikan atau penurunan harga saham. Saham-saham yang diterpa rumor biasanya langsung bereaksi di pasar. Jika rumor yang beredar sifatnya negatif, maka biasanya harga saham akan turun.

Harga saham perusahaan publik yang rontok di bursa efek bisa menimbulkan kerugian yang sangat signifikan bagi para pemegang saham, termasuk ribuan investor kecil. Itulah bahayanya pengaruh rumor negatif di dunia online terhadap harga saham. Hanya gara-gara cuitan di medsos atau secuil kalimat di berita online, perusahan publik bisa rusak nama baiknya, hancur reputasinya, dan citranya terpuruk.

Belum lagi, jika cuitan negatif di medsos ini disambut oleh media-media mainstream secara serentak, maka krisis kecil yang sebelumnya “tidak dianggap” kini menjadi kebakaran besar yang harus segera dipadamkan.

Sebaiknya jangan anggap enteng rumor. Apa pun rumornya, terutama rumor negatif di medsos atau di media online, sekecil apa pun juga bentuknya, harus segera diatasi. Krisis kecil yang dibiarkan bisa merobek reputasi perusahaan publik. Apalagi jika besar, bisa jadi meluluhlantakkan reputasi emiten yang sudah dibangun puluhan tahun.

Yang Harus Dilakukan
Tidak ada jalan lain, Tim Komunikasi (Corporate Secretary atau Corporate Communications, ataupun Public Relations) harus segera memulihkan nama baik dan melakukan restorasi reputasi (image restoration).Hal tersebut harus dilakukan agar di kemudian hari memudahkan untuk mengangkat citra perusahaan publik kembali, ke posisi seperti waktu berkibar. Tidak ada cara yang luar biasa yang bisa dilakukan lagi, karena yang terpenting adalah bagaimana  agar api krisis  segera dipadamkan dengan segera, secara cepat dan tepat.

Tim Komunikasi untuk sementara akan berubah menjadi menjadi Tim Komunikasi Krisis yang akan menjadi kepanjangan tangan perusahaan untuk menjelaskan berbagai hal terkait dengan kondisi krisis yang sedang terjadi.
Tim Komunikasi bisa menjelaskan hal yang terjadi kepada stakeholders (pemangku kepentingan) terutama kepada media, mitra bisnis, konsumen, dan pihak terkait lainnya, sesuai dengan prinsip-prisip keterbukaan informasi publik. Sedangkan CEO dan manajemen bisa lebih fokus memberikan penjelasan kepada para share holder (pemegang saham).

Tim Komunikasi ini harus bergerak cepat mengambil jalan terbaik untuk mengamputasi krisis ini, dengan tata kelola komunikasi dan strategi public relations yang baik agar reputation repair ini pulih kembali. Tim Komunikasi yang khusus menangani urusan seperti di atas, saya sebut sebagai Tim Sapu Jagat.

Tim Sapu Langit
Tim Sapu Langit adalah Tim Komunikasi yang menangani pencemaran udara atau polusi rumor (dan berita negatif) di dunia online, yang ada di media siber atau media sosial. Tim ini di dunia komunikasi disebut juga sebagai Online Reputation Management (ORM) yang saat ini sedang berkembang dengan pesat. Inilah Tim Sapu Langit yang menjadi ujung tombak dan obat mujarab untuk memulihkan reputasi dan merestorasi citra perusahaan publik setelah serangan rumor negatif.

ORM merupakan strategi untuk mengontrol segala interaksi, aktivitas, dan feedback terhadap brand (merek, korporasi atau tokoh), khususnya yang terjadi di dunia digital. Tujuannya adalah agar reputasi online (atau reputasi siber, atau reputasi digital) perusahaan publik tetap terjaga dengan baik, atau menjadi lebih baik di mata publik.

Cara pandang netizen melihat atau persepsi (termasuk rumor) terhadap korporasi/Anda dianalisa seberapa besar daya rusaknya terhadap reputasi. Munculnya rumor negatif ataupun sentimen negatif, khususnya di digital (mesin pencari Google) dapat menjadi ancaman reputasi, karena dapat berpengaruh negatif terhadap reputasi korporasi/Anda sendiri.

Di seluruh dunia, ORM sangat efektif untuk melawan propaganda negatif dari kompetitor yang menyerang secara online dari berbagai penjuru. Tidak bisa dipungkiri bahwa di era internet ini persaingan ketat terjadi di segala bidang, khususnya di dunia bisnis. Jadi, kemungkinan adanya rumor negatif, propaganda, negative campaign, black campaign atau hoaks mungkin saja terjadi.

Singkirkan Rumor Negatif
Caranya? Nah, ini sudah masuk ke ranah teknis. Poinnya adalah bagaimana semua rumor negatif bisa tersingkir di halaman utama situs mesin pencari Google. Sebaliknya, berita positif digeser ke halaman utama Google. Ada banyak taktik dan strategi untuk mencapai sasaran ini, mulai dari forum, media sosial, content marketing, buzzer, SEO (search engine optimation) dan lainnya. Namun, pembahasan kali ini, akan menitik beratkan pada strategi.

Seperti diketahui, saat ini kita sudah masuk era ZMOT (Zero Moment of Truth), di mana netizen akan mencari informasi, referensi, atau rekomendasi di mesin pencari Google, sebelum mereka memutuskan sesuatu.

Begitu juga dengan perusahaan publik, bisa divonis miring dari hasil pencarian. Coba bayangkan, jika netizen mencari informasi dengan kata kunci nama korporasi/Anda di mesin pencari Google, kemudian hasil pencariannya adalah banjir rumor negatif, kritik, komplain, tudingan, berita dan informasi atau review negatif. Tim ORM akan mengimplementasi strategi SEO dengan menyiapkan 10 artikel di digital asset (blog atau website yang sudah optimal). Kemudian, kesepuluh artikel tersebut akan dioptimalkan dengan strategi SEO white hat (strategi SEO yang mengikuti algoritma Google).

Goal atau objektif utama dari strategi ini adalah agar hasil pencarian rumor negatif yang sebelumnya muncul di halaman satu, akan pindah ke halaman dua atau ke belakang. Kini, posisinya di halaman satu Google dikuasai berita positif kita karena 10 artikel yang sudah dioptimalkan sukses menggeser berita negatif dengan strategi SEO.

Kesuksesan Tim ORP ini ditentukan kemampuannya menggeser konten negatif ke halaman dua atau di halaman yang lebih belakang lagi. Begitu juga soal kecepatan waktu menjadi hal yang menentukan. Semakin cepat munculnya konten positif perusahaan publik di halaman satu google, tentu akan semakin sukses.

Menghalau Badai
Badai sudah berlalu, atau krisis sudah berhasil dilalui jika langit sudah menjadi bersih. Tidak ada lagi polusi udara yang kotor berisi sampah-sampah rumor negatif pengganggu. Artinya, di dunia online sudah memuat konten- konten positif, di Google halaman 1 tidak ada lagi berita-berita negatif yang mengganggu reputasi perusahaan publik. Kini, yang muncul berita resmi dari Public Expose, Press Release ataupun Press Conference.

Meskipun demikian kita harus waspada, terkadang ada krisis susulan. Tim Komunikasi dan Tim ORP harus tetap siaga dan berjaga-jaga untuk antisipasi jangan-jangan ada tsunami susulan ataupun gempa susulan.

Setelah situasi dan kondisi dipastikan aman dan krisis pun sudah berhasil dilewati, kini saatnya perusahaan publik melambungkan lagi citranya, termasuk semua merek produk dan jasa yang dimilikinya. Semoga sukses. (*)

(*) Tulisan ini sudah dipublikasikan di media Investor.id

Budi Purnomo S.IKom, M.IKom, pernah memimpin Media Center sejumlah tokoh nasional, dan berpengalamaan menangani masalah krisis citra, persepsi publik, dan reputasi : baik korporasi swasta, perusahaan publik, maupun BUMN. Tulisan-tulisannya seputar manajemen reputasi dan restorasi citra bisa dilihat di blog Budipurnomo.com

Kini, Budi bersama tim Rep+ (Reputasi Plus) – Media Restoration Agency, dan tim Master SEO Indonesia,  menyediakan waktu untuk membantu personal dan korporasi/instansi yang menghadapi masalah komunikasi dengan pendekatan Crisis Management (CM),  Cyber Public Relations (CPR), Online Reputation Management (ORM), dan Image Restoration Theory (IRT).


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending